Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, Lebih dari 50 Orang Terluka
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA- Nasib tragis dialami Ben Littlewood, seorang remaja 17 tahun dari Manchester. Ia meninggal dunia setelah menoleh terlalu cepat. Saat itu ia sedang membuat teh untuk adiknya lalu mendadak pingsan.
Sang ibu yang melihat anaknya jatuh pingsan di dapur langsung membawanya ke rumah sakit terdekat. Setelah 8 hari menjalani perawatan di rumah sakit, Ben dinyatakan meninggal dunia.
Pemeriksaan medis di Stockport meyakini bahwa kematian Ben akibat menoleh terlalu cepat. Sehingga cara itu menyebabkan arteri robek dan membekukan darahnya di otak.
Karena usianya yang masih muda, dokter tidak menyadari bahwa pria itu juga menderita stroke setelah 4 hari dirawat di rumah sakit secara intensif.
Seorang dokter yang melakukan pemindaian otak Ben sebelum meninggal lantas mengatakan belum pernah menemukan kasus seperti ini selama 12 tahun menjadi tim medis.
"Dia memiliki hati yang lapang dan bisa membantu siapa pun," kata ibu Ben, Vicki Brocklehurst dikutip dari The Sun.
Vicki mengatakan bahwa sehari-hari Ben bekerja di tempat kayu dan ingin bergabung dengan Tentara Teritorial setelah lulus dari perguruan tinggi.
Menurut sang ibu, Ben adalah seorang anak, kakak, sepupu dan cucu yang baik. Selain itu, Ben juga seorang pelajar terbaik. Seumur hidup, Ben diketahui tidak memiliki masalah kesehatan, mengonsumsi obat-obatan maupun minum alkohol.
Karena itu, sang ibu mengira anaknya terjatuh dan kepalanya terbentur sehingga ia langsung memanggil ambulans. Para medis yang datang pun langsung memberi tahu bahwa ada benjolan dan luka di dahi anaknya.
Setelah tiba di Rumah Sakit Tameside, Ben langsung menjalani CT scan dan dokter menyatakan bahwa kondisi otaknya normal.
Awalnya, dr Shiva Koteeswaran, seorang ahli radiologi meminta Ben melakukan CT scan karena menduga ada pendarahan di otak atau tumor. Apalagi Ben juga memiliki benjolan di dahi yang dikira mengalami patah tulang tengkorak.
Tetapi, Shiva melihat bahwa kondisi tengkorak Ben sangat normal. Ternyata Ben justru mengalami trombosis arteri yang sangat jarang dan Shiva belum pernah menemukan kasusnya selama 12 tahun menjadi dokter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Uganda resmi menyatakan wabah Ebola berakhir setelah 42 hari tanpa kasus baru. Keberhasilan ini dinilai sebagai hasil pengendalian dan pemutusan rantai penulara
Selain Mitsubishi Pajero Sport, ada sejumlah SUV bekas yang layak dilirik seperti Toyota Fortuner, Isuzu mu-X, Ford Everest, dan Chevrolet Trailblazer.
Persib Bandung lolos ke semifinal Piala Presiden 2026 usai kalahkan DPMM FC 1-0. Gol Balsa Sekulic dari bola muntah penalti dan pujian untuk pemain muda.
Janice Tjen/Shuai Zhang lolos ke perempat final DC Open 2026 usai kalahkan Rakhimova/Wu 2-0. Siap hadapi pemenang Miyu/Olmos atau Mihalikova/Watson!
Roberto Mancini dikabarkan kembali menjadi pelatih Timnas Italia. Arsitek juara Euro 2020 itu dipercaya memimpin proyek baru Gli Azzurri di tengah dinamika fede