Sandiaga Uno Mengaku Belum Ada Permintaan Gabung di BUMN

Tokoh Inspiratif Indonesia Erick Thohir (kanan) dan mantan cawapres Sandiaga Uno (kiri) berjalan bersama saat mengikuti acara "Young Penting Indonesia" di Jakarta, Sabtu (13/7/2019). - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
20 November 2019 15:37 WIB Lorenzo Anugrah Mahardhika News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Periode 2017-2018, Sandiaga Uno diisukan akan diangkat menjadi  salah satu direksi dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menanggapi isu tersebut, Sandi menegaskan bahwa dirinya tidak menerima tawaran.

Hal tersebut ia ungkapkan saat ditemui pada sebuah acara di Jakarta pada Rabu (20/11/2019).

Pernyataan tersebut sekaligus menepis isu yang beredar terkait rencana Menteri BUMN Erick Thohir menjadikan Eks Cawapres pada Pilpres 2019 ini sebagai salah satu direksi dalam sebuah perusahaan pelat merah.

"Saya memang intens berkomunikasi dengan Pak Erick, tetapi tidak pernah membicarakan hal itu [penunjukan sebagai direksi BUMN]," katanya.

Meski demikian, dirinya mengatakan akan siap membantu dan tetap berusaha berkontribusi untuk meningkatkan kinerja BUMN sebagai orang di luar pemerintahan. Menurutnya, ia tidak harus menjadi bagian pemerintah untuk turut berperan dalam peningkatan ekonomi di Indonesia.

Menurutnya, pemilihan seorang direksi dalam BUMN harus dilaksanakan secara transparan. Proses yang dilakukan, seperti tes kompetensi dan interview, harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pemerintah juga harus memastikan calon direksi yang dipilih tidak memiliki konflik kepentingan. BUMN harus dikelola tanpa ada sedikitpun pengaruh politik. Pasalnya, perusahaan milik negara ditugaskan untuk meningkatkan keaejahteraan rakyat sehingga harus dikelola secara profesional.

Sumber : Bisnis.com