Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Istri Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda menghadiri Festival Jajanan Tradisional The Sunan Hotel, Laweyan, Selasa (29/10/2019). /Solopos-Ichsan Kholif Rahman
Harianjogja.com, SOLO -- Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan dang istri, Selvi Ananda sedang menantikan kelahiran anak kedua mereka.
Gibran mengungkapkan kelahiran anak keduanya tinggal menghitung hari. Tapi dia tidak mau menyebutkan kapan bayi yang diprediksi berjenis kelamin perempuan itu akan lahir.
“Ya dalam waktu dekat ini. Silakan nanti merapat ke PKU [Solo], seperti biasa,” ujar dia saat berbincang dengan wartawan di The Sunan Hotel Solo, Selasa (12/11/2019).
Pengusaha martabak itu mengaku sudah menyiapkan nama. Tapi dia juga enggan menyebutkan nama yang disiapkan tersebut. Yang jelas nama yang dia siapkan untuk bayi perempuan.
“Doakan saja lancar dan sehat. Dalam waktu dekat ini,” ujar dia singkat menjawab pertanyaan wartawan.
Terkait sudah dekatnya waktu kelahiran anak keduanya itu, Gibran mengaku akan siaga di Solo dalam satu hingga dua pekan ke depan.
“Kalau jenis kelamin kan sudah ketahuan sejak dulu. Nama cewek yang saya dan istri [Selvi Ananda] siapkan,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.