Garuda Indonesia Permudah Ubah Jadwal dan Refund Tiket Online
Garuda Indonesia memperbarui Manage My Booking untuk memudahkan penumpang mengubah jadwal, rute, dan mengajukan refund secara mandiri.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 dengan menggelar nonton bareng (nobar) di berbagai wilayah. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut dinilai berpotensi menggerakkan UMKM dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Ajakan tersebut disampaikan Tito setelah menerima kunjungan Direktur Utama TVRI, Tb. Fiki Chikara Satari, di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Jumat. Menurutnya, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola, terutama ajang Piala Dunia, selalu menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.
Tito menuturkan kecintaan masyarakat terhadap sepak bola sudah lama menjadi fenomena nasional. Bahkan saat dirinya bertugas di wilayah Indonesia timur, kemeriahan perayaan Piala Dunia disebutnya berlangsung sangat meriah dan melibatkan banyak lapisan masyarakat.
“Saya pernah dinas di Indonesia bagian timur pernah jadi Kapolda di Papua, saya pun mengikuti di sana tuh lebih ramai lagi (perayaan Piala Dunia),” kata Mendagri Tito dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Menurut Tito, penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 dapat menciptakan berbagai aktivitas ekonomi baru. Mulai dari penjualan atribut pendukung tim, jersey, penyediaan lokasi nobar, hingga meningkatnya transaksi pelaku usaha kuliner yang melayani masyarakat selama pertandingan berlangsung.
“Ini peluang untuk menggerakkan ekonomi,” ujar Mendagri.
Ia menilai momentum Piala Dunia 2026 bisa dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperluas ruang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran ribuan titik nobar di berbagai daerah berpotensi meningkatkan omzet pedagang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Karena itu, Kemendagri berencana menyampaikan imbauan kepada pemerintah daerah agar memperbanyak kegiatan nobar yang melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut tetap harus memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban umum.
“Kita akan sampaikan kepada seluruh daerah untuk memperbanyak nonton bareng memanfaatkan memancing UMKM untuk bergerak dan lain-lain, tapi tetap harus menjaga keamanan dan ketertiban,” jelasnya.
Selain menyoroti potensi ekonomi dari Piala Dunia 2026, Tito juga memberikan apresiasi kepada TVRI yang berhasil memperoleh hak siar turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu menjadi peluang strategis bagi TVRI untuk memperkuat posisinya sebagai media arus utama yang menjangkau masyarakat luas.
Piala Dunia 2026 sendiri berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Dengan tingginya minat masyarakat terhadap ajang tersebut, pemerintah berharap kegiatan nobar Piala Dunia 2026 dapat menjadi sarana hiburan sekaligus mendukung penguatan ekonomi daerah melalui keterlibatan UMKM dan berbagai sektor usaha pendukung lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Garuda Indonesia memperbarui Manage My Booking untuk memudahkan penumpang mengubah jadwal, rute, dan mengajukan refund secara mandiri.
AS Roma memburu kemenangan saat bertandang ke markas Udinese pada pekan ke-10 Serie A. Simak kondisi tim, perkiraan susunan pemain, dan prediksi laga.
Marc Marquez mengoleksi 374 poin setelah finis kedua di Sprint MotoGP Malaysia 2026. Ia kini unggul 19 poin atas Jorge Martin.
Survei SNEF menunjukkan 85 persen penggunaan AI dalam fungsi SDM di Singapura masih memerlukan konfirmasi manusia, terutama untuk keputusan penting.
PSIM Jogja mematangkan persiapan selama sepekan jelang melawan Borneo FC. Guntur mewaspadai kedalaman skuad dan keberadaan Reva Adi.
LPDP membuka tujuh program beasiswa Co-Funding 2026 untuk S2 dan S3 di lima negara. Simak kampus tujuan, syarat usia, skor bahasa Inggris, dan jadwal seleksi.