DPR Setuju Idham Aziz Jadi Kapolri

Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Aziz (kiri) menyerahkan pakta integritas kepada Ketua Komisi III Herman Herry (kanan) saat Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/10/2019). - Antara/Muhammad Adimaja
30 Oktober 2019 17:47 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—DPR secara aklamasi menyetujui Komjen Pol. Idham Azis sebagai Kapolri setelah menggelar uji kelayakan dan kepatutan.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Herman Hery mengatakan bahwa semua fraksi berkesimpulan tidak perlu menyampaikan pandangan. Alasannya mereka setuju Idham jadi Kepala Polri (Kapolri) secara aklamasi.

“Aklamasi untuk menyetujui Komjen Idham Aziz sebagai Kapolri yang mana kita langsung sore ini pada keputusan tingkat I. Sore ini kami langsung bersurat kepada pimpinan DPR untuk dibawa ke paripurna besok,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Idham Azis mengaku bersyukur karena telah dipilih tanpa ada yang menolaknya.

“Izinkan saya memberikan suatu komitmen. Saya akan melaksanakan tugas secara baik dan penuh rasa tanggung jawab melalui slogan pengabdian yang terbaik untuk institusi Polri,” jelasnya.

Saat uji kelayakan dan kepatutan, Idham yang menjabat sebagai Kabareskrim tidak membawa visi dan misi. Ketiadaan ini karena mengikuti visi misi yang dimiliki Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Meski tidak memiliki visi dan misi, Idham mempunyai target selama 14 bulan menjadi Kapolri. Penguatan Polri yang profesional, modern, tepercaya (promoter) ini diimplementasikan dalam 7 program prioritas.

Ketujuh program prioritas ini yaitu, mewujudkan SDM yang unggul, pemantapan harkamtibmas, dan penguatan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.

Selanjutnya adalah program pemantapan manajemen media, penguatan sinergi polisional, penataan kelembagaan dan terakhir penguatan pengawasan.

Selain itu, Idham juga memiliki lima komitmen Kapolri. Semuanya mengamankan program pembangunan nasional, memantapkan soliditas internal dan sinergitas tni Polri, mewujudkan insan bhayangkara yang bersih dan bebas KKN, menuntaskan kasus yang menjadi perhatian publik, serta menyiapkan suksesi pimpinan Polri selanjutnya.

“Jika anggota dewan mempercayakan kepada saya untuk menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dengan mengucapkan bismillahi tawakaltu, saya siap menjalankan amanah ini,” jelasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia