Advertisement
Ekonom: Nadiem Makarim dan Erick Thohir Pantas Jadi Menteri
Erick Thohir memberikan keterangan pers seusai wawancara calon menteri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019) - Bisnis/Amanda Kusuma Wardhani
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Kalangan ekonom memberikan sambutan positif atas munculnya sejumlah tokoh muda dalam bursa calon menteri yang akan masuk dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo Jilid II.
“Setiap menteri di bidang ekonomi diharapkan melakukan terobosan untuk meningkatkan peran kementeriannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Bahkan menteri-menteri nonekonomi juga diharapkan berperan mendukung menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah kepada Bisnis, Senin (21/10/2019).
Advertisement
Secara khusus, dua nama calon menteri dari kalangan pelaku usaha yakni Nadiem Makarim dan Erick Thohir yang hari ini telah dipanggil Jokowi, kata Piter, membawa harapan akan adanya terobosan dalam bidang ekonomi.
Meskipun keduanya masih terbilang muda, baik Nadiem maupun Erick Thohir dinilai telah mampu menunjukkan prestasi dan teruji kapasitasnya. Lewat bisnisnya masing-masing, keduanya ikut menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian.
BACA JUGA
Erick yang lahir pada 30 Mei 1970 (49 tahun) dan Nadiem yang lahir pada 4 Juli 1984 (35 tahun) dianggap sangat pantas untuk menjadi menteri.
“Nadiem dan Erick Thohir walaupun masih muda sudah punya prestasi melakukan terobosan. Gojek adalah wujud terobosan itu, sementara Erick Thohir ekspansi bisnisnya serta penyelenggaraan Asian Games adalah bukti kemampuan terobosannya. Kalau mereka tidak pantas, lalu siapa yang pantas?” katanya.
Walau begitu, calon menteri maupun wakil menteri yang berlatar belakang pengusaha tersebut diperkirakan akan mendapat tantangan yang patut diantisipasi, terutama dari sisi budaya kerja.
“Khusus untuk Nadiem yang latar belakangnya swasta, tantangannya saya kira terkait budaya kerja. Pada tahap awal, akan sulit beradaptasi dengan birokrasi, apalagi untuk mengubahnya,” ujar Piter.
https://www.youtube.com/watch?v=bDFOOQzNQhk&t=46s
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Drama OTT Bupati Pekalongan, KPK Tangkap Fadia Arafiq di SPKLU
- Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Cukup 25 Hari, Ini Alasannya
- Skandal Manipulasi IPO, OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
- Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran, Klaim Hak Bela Diri
Advertisement
Jalur Clongop Gunungkidul Longsor, Alat Berat Pemda DIY Diterjunkan
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Kementan Pastikan Pangan Aman di Tengah Konflik AS-Israel
- 400 Km Jalan Sleman Ditambal, Ini Lokasinya
- Hizbullah Serang Pangkalan Israel, Golan Digempur
- Konferensi SMR Jakarta: RI Gandeng AS-Jepang
- Polri Siagakan 110 Jelang Mudik Lebaran 2026
- BK DPRD Gunungkidul Tegur Ibnu Sugeng, Absen 3 Paripurna
- Mobil Honda HR-V Terbakar di Tol Jagorawi KM 11,7, Ini Kronologinya
Advertisement
Advertisement







