Kemendagri Sentil Bupati Pati Sudewo, Ini Penyebabnya
Kementerian Dalam Negeri menyentil Bupati Kabupaten Pati Jawa Tengah Sudewo untuk menjaga lisan dan perbuatannya.
Pengunjuk rasa bentrok dengan aparat kepolisian di Jakarta, Senin (30/9/2019). Bisnis/Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA--Polda Metro Jaya memulangkan 1.310 pendemo yang merupakan mahasiswa dan pelajar STM dari total yang diamankan 1.489 orang terkait aksi ricuh di Gedung DPR.
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol. Asep Adi Saputra mengungkapkan sekitar 179 sisanya telah ditahan penyidik Polda Metro Jaya, dengan rincian 175 preman, 2 oknum mahasiswa, dan 2 oknum pelajar.
Menurut Asep, ratusan orang itu ditahan karena terbukti menjadi provokator saat aksi yang berujung anarkis beberapa hari lalu.
"Total yang ditahan ada 179 orang dengan rincian dua mahasiswa, dua oknum pelajar STM, dan 175 orang terbukti preman. Sisanya 1.310 orang sudah kami pulangkan," tutur Asep, Kamis (3/10/2019).
Asep mengungkapkan 179 orang yang ditahan itu terbukti melakukan perbuatan tindak pidana yaitu pelemparan bom molotov, mengambil video amatir dan menyebarkannya dengan tambahan narasi, hingga merusak pos polisi.
"Mereka semua terlibat dalam aksi kerusuhan kemarin dan sudah memenuhi unsur penetapan tersangka," kata Asep.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kementerian Dalam Negeri menyentil Bupati Kabupaten Pati Jawa Tengah Sudewo untuk menjaga lisan dan perbuatannya.
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.