Terdampak Corona, Chevron Berencana Pangkas 6.000 Karyawan Secara Global
Chevron bakal memangkas hingga 6.000 karyawan atau 15 persen dari total pekerja
Presiden AS Donald Trump./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepertinya punya kesempatan emas untuk \'mencolek\' China dalam saat berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia mengulangi keluhan tentang praktik perdagangan yang dilakukan pemerintahan Presiden Xi Jinping. Komentarnya itu disampaikan hanya beberapa pekan sebelum tim perunding dari kedua belah pihak dijadwalkan bertemu di Washington.
Setelah menegaskan untuk segera mencapai kesepakatan perdagangan dengan Inggris pascaberpisah dari Uni Eropa (Brexit), Trump memaparkan keluhannya yang panjang soal China.
“China tidak hanya menolak untuk mengadopsi reformasi yang dijanjikan, tetapi juga menerapkan model ekonomi yang bergantung pada hambatan pasar yang masif, subsidi negara yang besar, manipulasi mata uang, dumping produk, transfer teknologi paksa, serta pencurian kekayaan intelektual dan rahasia dagang dalam skala besar,” ujar Trump pada Selasa (24/9/2019).
Trump melanjutkan pidatonya dengan mempertahankan pengenaan tarifnya dan menegaskan bahwa ia tidak akan menerima "kesepakatan yang buruk”.
Tak cuma soal hubungan AS-China, Trump kemudian menyinggung soal kerusuhan di Hong Kong, yang menempatkan tanggung jawab kepada Presiden Xi Jinping untuk menemukan solusi damai.
“Bagaimana China memilih untuk menangani situasi itu akan mengatakan banyak tentang perannya di dunia di masa depan. Kita semua mengandalkan Presiden Xi sebagai pemimpin yang hebat,” lanjut Trump, seperti dilansir dari Bloomberg.

Menjelang perundingan perdagangan yang direncanakan berlangsung bulan depan, China telah menargetkan petani-petani Amerika sebagai pembalasannya atas tarif AS, dengan memangkas pembelian kedelai dan komoditas lainnya.
Menanggapi langkah China tersebut, Trump telah memberikan bailout bagi para petani yang sejauh ini berjumlah sekitar US$28 miliar.
Perdagangan hanyalah salah satu bidang dalam pidato Trump, dimana ia menjabarkan kebijakan-kebijakan "First America".
Pidato Trump juga tampak membanggakan tentang AS, keluhan tentang lawan-lawannya, serta peringatan terhadap migrasi yang tidak terkendali dan media sosial yang tidak diatur.
Dia mendesak negara-negara lain untuk mempertahankan perbatasan mereka dan menolak penghapusan identitas nasionalis.
"Masa depan bukan milik globalis, masa depan milik patriot,” tegas Trump.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com/Bloomberg
Chevron bakal memangkas hingga 6.000 karyawan atau 15 persen dari total pekerja
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.