Advertisement
Airlangga dan Bamsoet Sama-Sama Kuat, Dinamika Munas Golkar Harus Diwaspadai
Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto memberikan pidato politiknya saat Kampanye Akbar Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019). - ANTARA/Muhammad Adimajaama
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Jika ingin mengamankan langkah untuk kembali menjadi ketua umum periode 2019—2023, Ketua Umum Partai Golkar Airllangga Hartarto dinilai harus mewaspadai dinamika yang akan terjadi dalam musyawarah nasional partai berlambang pohon beringin tersebut.
Pengamat politik Jerry Sumampouw mengatakan partai Golkar memiliki tradisi dinamika yang sangat kuat saat penyelenggaraan musyawarah nasional atau munas. Dukungan terhadap salah satu calon Ketua Umum Partai Golkar sangat mungkin berubah arah saat penyelenggaraan munas.
Advertisement
“Kita ketahui, yang unggul saat ini adalah incumbent [Airlangga Hartarto]. Akan tetapi, perlu diwaspadai kalau Golkar punya tradisi ketika munas itu bisa berubah arah,” katanya saat dihubungi, Jumat (30/8/2019).
Seperti diketahui, Airlangga dan Ketua DPR Bambang Soesatyo adalah kandidat terkuat saat ini untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2019—2023.
BACA JUGA
Keduanya memiliki dukungan kuat dari DPD tingkat I dan DPD tingkat II, serta organisasi sayap Golkar.
Airlangga Hartarto dianggap unggul dengan klaim 90% DPD tingkat I dan II telah menyatakan dukungan kepada dirinya untuk melanjutkan kepemimpinan di Golkar.
Jerry menyebut kemunculan dua tokoh menonjol untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar berpotensi memunculkan perpecahan di internal. Hal itu kemudian membuat tokoh senior Partai Golkar mencari tokoh lain sebagai alternatif.
“Airlangga harus mewaspadai jangan sampai ini meruncing. Jalin komunikasi dengan cara kekeluargaan. Dengan begitu, dukungan akan terus solid dan tidak berujung kepada perpecahan,” ujarnya.
Sementara itu, Cecep Handoko, pengamat politik dari Universitas Bung Karno, mengatakan kondisi Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga saat ini semakin stabil. Padahal masa jabatan Airlangga saat ini tidak terlalu lama, karena hanya menggantikan Setya Novanto.
“Sebelum Airlangga menjabat, situasi Golkar memang mencekam, dan pada akhirnya membuat partai itu keteteran dan menurunnya perolehan suara dalam pemilu,” katanya.
Cecep menilai Airlangga memiliki peluang lebih baik untuk kembali menjadi Ketua Umum Partai Golkar karena mendukung dan memiliki kedekatan dengan pemerintahan saat ini. Posisi Ketua DPR yang dipegang Bambang pun dianggap tidak memiliki banyak pengaruh, karena minimnya terobosan kebijakan.
Menurutnya, seluruh fungsionaris Partai Golkar harus segera menyelesaikan polemik yang ada agar dapat fokus menyelesaikan sejumlah agenda politik di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Prakiraan Cuaca DIY Minggu 15 Februari 2026: Hujan Ringan di 4 Wilayah
- Derby dItalia Panas! Juventus Tumbang dari Inter, Spalletti Murka
- Pinterest: Pengguna Tembus Rekor 619 Juta, Saham Anjlok 22 Persen
- Cek Jalur Trans Jogja, Minggu 15 Februari 2026
- Real Madrid Gusur Barcelona, Seusai Kalahkan Real Sociedad
- Polemik Wakaf Memanas, Randy Permana Tantang Taqy Malik Tabayyun
- Bus DAMRI Jogja-YIA, Cek Jadwal Lengkap 15 Februari 2026
Advertisement
Advertisement








