Kabut Asap Tunda 12 Penerbangan di Bandara Pekanbaru
Kabut asap menyebabkan 12 penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru tertunda. Jarak pandang membaik menjadi 3.000 meter pada 13 Oktober 2026.
Warga sedulur sikep di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, kabupaten Kudus, Jawa Tengah membakar sampah untuk dicetak menjadi paving block. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)
Harianjogja.com, KUDUS — Warga Sedulur Sikep di Kecamatan Undaan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah memiliki ide kreatif untuk mengurangi sampah plastik di daerahnya dengan mengubahnya menjadi paving block dan hiasan dinding selayaknya batu alam.
Warga Sedulur Sikep, Gunondo, ide membuat hiasan dinding dan paving block dari sampah plastik merupakan ide dirinya bersama temannya yang bernama Nur Hadi serta dibantu Arifin yang sama-sama dari Kecamatan Undaan. "Karena pemerintah tengah menggalakkan pengurangan sampah plastik, maka saya sebagai masyarakat biasa mencoba untuk ikut menjaga lingkungan agar bebas dari sampah, terutama sampah plastik," ujarnya di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (20/8/2019).
Salah satunya, kata dia, adalah dengan mengubah sampah plastik menjadi hiasan dinding atau selama ini masyarakat menyebutnya batu alam hiasan dinding rumah serta menjadi paving block untuk mempercantik halaman rumah. Pembuatan paving block dan hiasan dinding itu dimulai sejak sepekan, sedangkan persiapannya dimulai sejak sebulan yang lalu.
Alat untuk mencetak pembuatan paving block maupun hiasan dinding diakuinya masih sederhana karena dibuat sendiri dengan modal patungan dari tiga orang. "Jika ditotal, modal usaha untuk pembuatan alat bisa mencapai Rp6 jutaan, sedangkan saya hanya Rp2,5 juta dari hasil penjualan burung murai batu," ujarnya didampingi Nur Hadi.
Dalam pembuatannya, Gunondo yang merupakan warga Sedulur Sikep di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu dibantu temannya bernama Nur Hadi yang merupakan warga Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kudus. Tujuan utama pembuatan paving block maupun hiasan dinding, katanya, untuk mengurangi sampah plastik yang susah diurai.
Nur Hadi menambahkan hingga sekarang batu tempel plastik untuk hiasan dinding berukuran 20 cm x 40 cm yang dibuat mencapai 17 m2, sedangkan paving berdiameter 12 cm dengan ketebalan 4 cm berkisar 3 m2. Untuk mendapatkan sampah plastik saat sekarang, dirinya harus membeli ke pengepul sampah dengan harga berkisar Rp150.000 untuk setiap tiga kuintal. Ketika dibeli, sampah itu masih campur aduk.
"Harapannya, di Desa Karangrowo ini ada bank sampah sehingga sampah plastik yang tidak bisa dimanfaatkan bisa diubah menjadi paving block maupun hiasan dinding," ujarnya.
Paving block dan hiasan dinding buatan mereka memang kurang sempurna, karena mereka berencana untuk mempercantiknya dengan menambah bahan akrilik agar lebih menarik. Usaha itu juga baru sebatas uji coba karena sebagian paving block yang dibuat baru diujicobakan pemanfaatannya untuk pengerasan halaman rumah milik Nur Hadi.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, pembuatan hiasan dinding membutuhkan waktu 13 menit mulai dari pembakaran sampah plastik, pencetakan, pendinginan dengan air, sedangkan untuk perapiannya bervariasi karena ketika cetakannya sempurna tidak membutuhkan waktu yang lama. Sementara pembuatan paving membutuhkan waktu sekitar 27 menit mulai dari pembakaran sampah plastik hingga pencetakannya serta pendinginan setelah dicetak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kabut asap menyebabkan 12 penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru tertunda. Jarak pandang membaik menjadi 3.000 meter pada 13 Oktober 2026.
BGN menginvestigasi dugaan penganiayaan di KPPG Bogor dan menyiapkan sidang etik kepegawaian terhadap terduga pelaku berinisial GD.
Generasi muda Gunungkidul diajak peduli kesehatan jiwa melalui Ruang Cerita Orang Muda. Pemkab juga menggandeng 11 mahasiswa UGM untuk layanan konseling.
Protes biaya hidup di Prancis pada 17 Oktober 2026 dilaporkan berujung kerusuhan. Sekitar 1.200 orang ditangkap menurut naskah sumber.
Polri menyiapkan 70.000 polisi hutan sesuai arahan Prabowo untuk memperkuat perlindungan hutan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Polda DIY dan BNNP DIY merazia tempat hiburan malam di lima wilayah. Sebanyak 58 orang diperiksa, satu orang di Sleman positif amphetamine.