Fraksi Kulonprogo Telah Terbentuk, Setwan Berharap Tingkat Kehadiran Rapat Membaik

Suasana dengar pendapat sebagai tahapan pembahasan Raperda BPD di Ruang Paripurna DPRD Kulonprogo, Senin (25/6 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni
21 Agustus 2019 13:37 WIB Jalu Rahman Dewantara News Share :

Harianjogja.com, PENGASIH - DPRD Kulonprogo telah mengumumkan susunan fraksi baru pada Senin (20/8/2019). Fraksi yang terdiri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini akan disosialisasikan ke masing-masing daerah pemilihan (Dapil) selama dua hari pada Kamis (22/8/2019) dan Jumat (23/8/2019).

"Agenda terdekat kami besok pada 22 dan 23 Agustus melakukan sosialisasi anggota fraksi baru di masing-masing daerah Dapil, kegiatan ini sekaligus sosialisasi SK jalan kabupaten di masing-masing dapil," kata Ketua Sementara DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, Rabu (21/8/2019).

Setelah sosialisasi, DPRD Kulonprogo akan segera membentuk panitia khusus (Pansus) Tata Tertib. Anggota panitia diambil dari perwakilan fraksi. Jika tatib sudah jadi, dilanjutkan dengan penentuan calon pimpinan DPRD berdasarkan rekomendasi partai pemenang 1,2 dan 3. Kemudian disusul pembentukan alat kelengkapan (alkap).

Akhid menyatakan semua anggota memiliki peluang yang sama untuk mengisi posisi di Alkap. Namun, ia mengharap komposisi alkap dalam hal ini ketua komisi bisa diisi oleh inkumben. Menurutnya dengan perkembangan Kulonprogo yang sedang dalam tahap pembangunan besar-besaran, dibutuhkan ketua yang memahami betul persoalan. Dan yang bisa seperti itu menurutnya adalah mereka yang pada periode lalu menjabat sebagai wakil rakyat.

"Kita kan punya 23 inkumben, tentu sudah ada bangunan komunikasi antar fraksi, harapan saya bangunan yang dibangun nanti bisa jadi ajang musyawarah mufakat, semua berpotensi, tapi dipilih yang lebih mempunyai visi misi. Misalkan kau fraksi A harapan kita bisa koordinasi, menawarkan SDM yang mumpuni. Ketua fraksi nanti menjelaskan potensial anggotanya jadi ketua komisi atau badan itu apa. Harus jelas. Kalau gak punya visi misi yang jelas tentu sulit," ujarnya

Sekretaris DPRD Kulonprogo, Yohanes Irianta berharap susunan anggota baru di tubuh dewan periode 2019-2024 ini bisa lebih baik dibandingkan periode sebelumnya, khususnya soal tingkat kehadiran rapat.

Berdasarkan data Sekretariat DPRD Kulonprogo tingkat kehadiran dewan tahun ini rata-rata mencapai 72% dari total 40 kali rapat paripurna.

Jumlah itu menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2015 misalnya rata-rata tingkat kehadiran mencapai 81%, 2016 sebesar 79%, dan di 2017 menjadi 72%

"Saya menghitung dari buku kinerja DPRD selama lima tahun tingkat kehadiran anggota baik pada rapur maupun rapat lainnya prosentasenya masih 72 persen. Memang ada penurunan," kata Irianta.

Irianta tak menjelaskan secara rinci alasan terjadinya penurunan tersebut. Namun jika melihat kondisi yang ada, besar kemungkinan karena faktor pemilu 2019. Banyak anggota dewan yang kembali mencalonkan diri menjadi calon legislatif lebih memilih berkampanye dibandingkan menghadiri rapat. Di samping itu, sejumlah anggota dewan juga memiliki kesibukan lain di luar ketugasannya sebagai wakil rakyat. Faktor lainnya, karena sakit atau ada urusan keluarga.

Penurunan tingkat kehadiran ini, kata Irianta perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak ditiru anggota DPRD periode selanjutnya. "Semoga anggota baru justru tidak memperburuk penurunan ini," ujarnya.