KPK Tahan Fahd Arafiq hingga Bos Summarecon Usai OTT HGB Bogor
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.
Media massa, jurnalis, pers, wartawan/Ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA--Papua direncanakan menjadi tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 mendatang. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sudah menyiapkan berbagai agenda.
"Setiap tahun kan ada HPN. Kali ini kami rencanakan di Jayapura, di Papua," kata Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, usai beraudiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, di Jakarta, Senin (5/7/2019).
Atal didampingi jajaran Pengurus PWI Pusat, di antaranya Mirza Zulhadi (Sekjen), Suprapto (Wakil Sekjen), kemudian Peter F Gontha dan Asro Kamal Rokan sebagai anggota Dewan Kehormatan PWI.
Jajaran PWI telah menyampaikan rencana penyelenggaraan peringatan HPN 2020 di Papua kepada Wiranto, dan disambut baik.
Menurut dia, pemilihan Papua sebagai tuan rumah HPN 2020 merupakan inisiatif dari PWI untuk menunjukkan kepada dunia mengenai realitas yang terjadi di wilayah itu.
"Kami ingin menunjukkan kepada dunia. mungkin melalui event Pers Nasional itu, HPN bahwa Papua itu tidak seperti yang digambarkan selama ini," katanya.
Papua, kata dia, sudah sedemikian terbuka sebagaimana daerah-daerah lainnya yang ada di Indonesia, termasuk juga dengan akses transportasinya.
"Saya sudah puluhan kali [ke Papua]. Jayapura itu sudah puluhan kali saya balik toh. Kemudian saya ke Timika, Fakfak, Manokwari, kemudian saya juga sampai ke kabupaten, sama saja," katanya lagi.
Atal Depari mengatakan selama ini digambarkan seolah-olah di Papua tidak ada kebebasan, demokrasi, dan sebagainya, padahal kenyataannya tidak demikian.
"Lihatlah Papua seperti apa. Sebenarnya kan enggak ada apa-apa. Apa pun dilakukan sama saja dengan wilayah di sini," katanya pula.
Akan tetapi, kata dia, ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan pencitraan buruk di Papua melalui lobi-lobi internasional untuk keuntungan diri sendiri, dan negara Indonesia sangat dirugikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.
Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan terus berinovasi agar mampu memperluas pasar hingga mancanegara
Jadwal DAMRI dari YIA Rabu 16 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal SIM Sleman Rabu 16 September 2026 tersedia di STP AMPTA. Simak jadwal Satpas, MPP, SIM Keliling Malam dan Simmade.
DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggalakkan budaya literasi sekaligus memberikan edukasi sosial kepada masyarakat mengenai bahaya judi online (judol)