Advertisement
4 Pekerja Ditemukan Tewas di Galangan Kapal Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
Senin, 29 Juli 2019 - 08:47 WIB
Nina Atmasari
Ilustrasi proses evakuasi korban oleh tim SAR gabungan (Semarangpos.com/Basarnas Jateng)
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG - Insiden mau terjadi di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (29/7/2019) dini hari WIB. Sebanyak empat pekerja PT. Kodja Bahari ditemukan tewas di galangan kapal.
Mereka diduga tewas akibat menghirup gas beracun saat memperbaiki kapal tongkang Zulkifli 2.
Informasi yang diperoleh Semarangpos.com, jaringan Harianjogja.com, empat pekerja itu ditemukan sudah tak bernyawa pada Senin dini hari, sekitar pukul 02.55 WIB.
Keempat pekerja itu yakni Mardjono, 61, asal Gondosari II No. 39 RT 007/RW 017, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi, dan Lamani, 32, Muhammad Nur Huda, 22, serta Jadi, 33, yang ketiganya merupakan warga Desa Pentur, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng).
Kepala Basarnas Jateng, Aris Sofingi, membenarkan adanya insiden tewasnya empat pekerja galangan kapal di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang itu. Ia bahkan telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan evakuasi terhadap empat korban itu.
Aris menyebutkan sebelum tewas, empat pekerja itu memang melakukan aktivitas perbaikan di dalam palka Kapal Zulkifli 2 sejak Minggu (28/7/2019) siang. Namun hingga sore hari empat pekerja itu tak memberikan kabar.
"Sekitar pukul 21.30 WIB, mandor pekerja, Wiranto, 46, yang curiga menyuruh anak buahnya, Puji Waloyo, 37, untuk melakukan pengecekan di dalam kapal tongkang. Tapi, empat pekerja itu tak ditemukan dan hanya menemukan barang-barang milik korban," tutur Aris, Senin pagi.
Puji, lanjut Aris, kemudian meminta bantuan Kepala Bagian (Kabag) Produksi PT. Koja Bahari untuk mencari keberadaan empat pekerja itu. Setelah dilakukan pencarian secara intensif, akhirnya mereka menemukan empat pekerja itu tergeletak tak bernyawa di dalam palka kapal tongkang.
"Keempat korban di dalam ruang palka kapal itu diduga menghirup gas beracun hingga menyebabkan meninggal dunia," ujar Aris.
Dugaan Aris itu bukan tanpa alasan. Ia menyimpulkan adanya gas beracun karena saat regu penyelamat Basarnas Jateng yang dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Siaga Basarnas Jateng, Agung Hari Prabowo, melakukan evakuasi empat korban itu masih tercium bau gas yang sangat menyengat.
"Kondisi kapal tongkang yang berdiameter palka sekitar 45 sentimeter (cm), kedalaman 5 meter, panjang 100 m dan lebar 5 m itu masih mengeluarkan aroma gas beracun," ujar Agung.
Agung menambahkan pihaknya pun membekali regu penyelamat yang melakukan evakuasi dengan peralatan Self Contained Breathing Appartus (SCBA).
"Alhamdulillah setelah upaya kurang lebih 2 jam Basarnas dan tim SAR gabungan bisa mengevakuasi korban. Saat ini, empat korban sudah dibawa ke RSUP Dr Kariadi dalam kondisi meninggal dunia," ujar Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Panggil Gus Alex sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
Advertisement
Skema M3K Mulai Diterapkan untuk Rumah di Sempadan Sungai Jogja
Jogja
| Senin, 26 Januari 2026, 20:37 WIB
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB
Advertisement
Berita Populer
- Google Bersihkan Google Maps, 10.000 Akun Bisnis Palsu Dihapus
- PBSI Mundur, BWF Cari Tuan Rumah Baru Kejuaraan Dunia Junior 2026
- Gol Menit Akhir Antar Garudayaksa FC Taklukkan PSMS Medan
- Gol Menit Akhir Berguinho Antar Persib Rebut Kembali Puncak Klasemen
- Badai Melanda AS, Lebih dari 12.000 Penerbangan Dibatalkan
- 1.428 Calon Jamaah Haji Ikuti Taaruf, Bupati Tekankan Kebersamaan
- Karyawan Amazon Olok Aturan Jeff Bezos di Tengah Isu PHK
Advertisement
Advertisement



