SPP Menunggak Rp336 Juta, 162 Ijazah SMK Solo Belum Diambil
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri) di kediaman Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019)./Antara-Puspa Perwitasari
Harianjogja.com, JAKARTA- Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri diyakini memiliki tujuan tertentu.
Pimpinan Kolektif DPN Seknas Jokowi, Dono Prasetyo menilai ada maksud di balik pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Rabu (24/7/2019). Meski diklaim hanya pertemuan bermotif kebangsaan, Seknas Jokowi menilai ada hal lain yang dituju di balik pertemuan itu.
Hanya saja para relawan Jokowi di Pilpres 2019 lalu menyambut baik pertemuan itu. Pertemuan itu dilakukan di Kediaman Memgawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.
“Kami para relawan, yang sejak awal mendukung Jokowi, menyambut baik segala upaya rekonsiliasi. Terlebih ini dilakukan oleh dua tokoh puncak dalam panggung politik di Tanah Air, yang sempat berlawanan dalam dua pilpres terakhir.Kita berpikir positif saja atas segala ikhtiar untuk kebaikan bangsa,” jelas Dono selaku Pimpinan Kolektif DPN Seknas Jokowi dalam pernyataan persnya, Kamis (25/7/2019).
Dono menjelaskan dalam perpolitikan secara normal, tak akan ada pertemuan tokoh nasional tanpa hal yang disepakati. Menurut dia, itu juga yang terjadi dalam pertemuan Prabowo dan Megawati.
“Dalam politik ada istilah no free lunch, tentu saja ada motif politik di balik pertemuan itu, kebenaran waktunya juga pas makan siang. Bukan hal yang terlalu sulit bagi Prabowo dan Megawati untuk bertemu setiap waktu, selain pernah berkoalisi pada 2009, keduanya adalah sama-sama anak tokoh elite Jakarta masa lalu, atau biasa diistilahkan sebagai GAM (Gabungan Anak Menteng),” tambah Dono
Dugaan Dono, mereka membicarakan kesepakatan kursi pimpinan MPR.
“Bagi kami relawan, apapun manuver yang dilakukan para tokoh politik, tidak mengurangi kesetiaan kami pada sosok Pak Jokowi. Kami setia tegak lurus pada Pak Jokowi, lain tidak. Semua perkembangan politik yang terjadi, sama sekali tidak memberi pengaruh pada pamor beliau,” tegas Dono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Kaspersky mengungkap promosi judi online kini memanfaatkan bot, akun media sosial palsu, dan spam komentar sehingga lebih sulit dideteksi.
Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan suap audit BPK di Muara Enim dan mengaku telah menyampaikan seluruh informasi.
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Pemkab Bantul dan Baznas menyalurkan bantuan modal usaha Rp2 juta bagi warga miskin ekstrem untuk memperkuat UMKM dan mengurangi kemiskinan.
Kelurahan Keparakan, Jogja melatih warga bertani hidroponik untuk memanfaatkan lahan sempit sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.