Advertisement
Huawei Rencanakan PHK Massal di AS
Logo perusahaan Huawei tampak di mal di Shanghai, China, 3 Juni 2019, - REUTERS
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Huawei Technologies Co Ltd merencanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di Amerika Serikat setelah perusahaan peralatan telekomunikasi China itu masuk daftar hitam di negara tersebut, menurut sejumlah sumber.
PHK tersebut diperkirakan akan memengaruhi pekerjaan di cabang riset dan pengembangan Huawei Futurewei Technologies yang berbasis di AS.
Advertisement
Perusahaan itu mempekerjakan sekitar 850 orang di laboratorium penelitian di seluruh negara itu, menurut media Wall Street Journal seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (15/7/2019).
Satu sumber mengatakan kepada surat kabar itu bahwa PHK bisa mencapai ratusan orang meskipun jumlah yang pasti tidak diberikan.
BACA JUGA
Karyawan asal China diberi pilihan untuk pulang atau tinggal bersama perusahaan, menurut sumber lainnya.
Beberapa karyawan telah diberitahu tentang pemecatan mereka, sementara PHK yang lebih terencana akan segera diumumkan, kata Journal. Akan tetapi Huawei menolak berkomentar soal berita tersebut.
Setelah Departemen Perdagangan memutuskan untuk menempatkan Huawei pada "daftar entitas", karyawan Futurewei menghadapi pembatasan dalam berkomunikasi dengan rekan-rekan mereka di kantor pusat Huawei di China, kata sumber tersebut kepada Journal.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada KTT G20 di Osaka bahwa bahwa dia akan mengizinkan beberapa penjualan teknologi AS ke Huawei. Akan tetapi, perusahaan itu akan tetap berada dalam daftar entitas sampai kesimpulan pembicaraan antara Washington dan Beijing diselesaikan.
Pada Selasa (9/7/2019) lalu Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengatakan Pemerintah AS akan mengeluarkan lisensi untuk perusahaan yang ingin menjual barang ke Huawei kalau tidak ada ancaman terhadap keamanan nasional.
Sedangkan, Chairman Huawei, Howard Liang mengatakan perusahaan belum melihat adanya manfaat dari pencabutan larangan Trump sebagian dan menyerukan Washington untuk menghapus perusahaan dari daftar entitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
PPPK Sleman Terancam PHK, Imbas Batas Belanja 30 Persen APBD
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- iOS 26.4 Resmi Rilis, Bikin Playlist Otomatis Cukup Tulis Teks
- Arus Balik Usai Puncak, Gerbang Tol Purwomartani Masih Padat
- Jadwal Timnas Indonesia vs Saint Kitts di FIFA Series 2026
- Roblox hingga X Perketat Fitur Anak Mulai 28 Maret 2026
- Sindikat AI Rekrut Model Wajah, Penipuan Video Call Makin Canggih
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Comeback Seringai! Dua Lagu Baru Siap Rilis Pekan Ini
Advertisement
Advertisement







