Luis de la Fuente Bangga Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente bangga timnya menjuarai Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0 di final.
Gedung KPK. /Antarafoto
Harianjogja.com, SURABAYA--Komisi Pemberantasan Korupsi menekankan pentingnya kurikulum antikorupsi masuk sekolah-sekolah dalam rangkaian kegiatan roadshow Bus KPK 2019 Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi berupa workshop yang digelar di Gedung Siola, Kota Surabaya, Sabtu (13/7/2019).
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menjelaskan kurikulum antikorupsi janganlah dijadikan beban bagi anak-anak. Namun, kurikulum itu yang paling penting adalah penerapannya.
"Jadi jangan dijadikan beban kurikulum agar siswa mampu menerapkannya, nanti juga tidak ada ujiannya, karena sudah diterapkan setiap hari," kata Saut.
Pada kesempatan itu, Saut juga berpesan kepada peserta workshop yang merupakan guru dan kepala sekolah di Kota Pahlawan itu untuk menanamkan sembilan nilai dasar yang sudah dijalankan di KPK.
"Tanamkan nilai kesederhanaan, kejujuran, berani, adil, dan lain-lain itu ke dalam pelajaran. Semua itu harus terintegrasi dengan pelajaran," ujarnya.
Kondisi sekarang ini, lanjut Saut, anak-anak sudah mengukur dunia ini dari benda. Hal ini sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia ketika dijadikan ukuran. "Tanamkan nilai-nilai integritas. Pengayaan bisa melalui kearifan lokal," katanya.
Saut menuturkan, jangan sampai anak-anak ini yang bersekolah di tempat bagus, kemudian memiliki karier bagus hingga menjadi pejabat, malah terjerumus. "Banyak yang ditangkap KPK itu pendidikannya S2, S3. Maka dari itu, kita jaga integritas mereka dengan memasukkan pendidikan antikorupsi," katanya.
Selain itu, Saut juga sempat memuji Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang dinilai sosok kepala daerah yang dapat menginspirasi Indonesia. Makanya, lanjut dia, seringkali dia meminta kepada kepala daerah lainnya di Indonesia ini untuk belajar kepada Wali Kota Risma di Surabaya.
"Ibu [Risma] ini menginspirasi Indonesia. Makanya kami sudah minta beberapa kepala daerah untuk belajar kepada ibu," kata Saut.
Meskipun pada akhirnya, ada beberapa daerah yang sudah belajar ke Surabaya, kerjanya tetap saja melambat, dan itu tidak masalah. Sebab, ada beberapa daerah pula yang setelah belajar ke Surabaya, banyak perubahan yang dilakukan. "Mungkin Bu Risma sudah tahu itu dan paham itu," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada saat menjadi pembicara pertama dalam workshop Insersi Pendidikan Antikorupsi dan Sosialisasi Aplikasi Jaga, menjelaskan guru memiliki peranan penting bagi perkembangan anak-anak.
Sebab, lanjut dia, anak-anak inilah yang nanti ke depannya menjadi penerus perjuangan pendahulunya. "Layani dengan sungguh-sungguh dan berikan yang terbaik. Anda mendidik anak-anak bangsa untuk meneruskan perjuangan pendahulunya," kata Risma.
Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga meminta para guru atau kepala sekolah untuk tidak malu ketika siswa meraih nilai jelek saat ujian. Yang terpenting, lanjut dia, didik anak dengan kebiasaan jujur, kerja keras serta daya juang tinggi dalam memperoleh nilai.
"Kalau suka mencontoh atau menyontek, itu namanya cari jalan pintas. Anak ini tidak akan survive di masa mendatang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente bangga timnya menjuarai Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0 di final.
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
Iran menyatakan siap menghadapi invasi AS ke Pulau Kharg sekaligus mengkaji usulan perdamaian dari mediator untuk meredakan konflik.
Proyek penggantian Jembatan Kewek di Kota Jogja mencapai progres 13,54 persen dan melampaui target. Pembongkaran jembatan lama segera dilakukan.
BRIN menemukan spesies baru ikan gobi udang Tomiyamichthys oriens di perairan Banyuwangi, Jawa Timur, yang memiliki warna jingga khas dan dipublikasikan dalam j
Ribuan suporter memadati Stadion Mandala Krida saat latihan perdana PSIM Jogja. Van Gastel berharap atmosfer lebih meriah hadir sepanjang musim.