Advertisement
Pembuat Halaman Facebook Pro Mubarak Ditangkap
Stiker dengan logo Facebook terlihat dalam konferensi F8 yang digelar Facebook di San Jose, California, AS, Selasa (30/4/2019). - Reuters/Stephen Lam
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Seorang sumber pengadilan pada Kamis (11/7/2019) menyampaikan bahwa otoritas Mesir dilaporkan telah menangkap pembuat halaman Facebook yang pro terhadap mantan presiden Mesir, Hosni Mubarak. Informasi tersebut dikutip Reuters.
Sumber tersebut mengatakan bahwa Karim Hussein, orang yang menjalankan halaman bertajuk “I am sorry, Mr President”, diperintahkan ditahan selama 15 hari. Dia sedang diselidiki atas tuduhan menyebarkan berita palsu dan menyalahgunakan media sosial.
Advertisement
Sebuah pernyataan yang diposting di halaman itu pada Rabu (9/7/2019) menyatakan Hussein dibawa untuk ditanyai atas beberapa hal yang terkait dengan halaman dan apa yang dipublikasikan di sana.
Halaman ini memiliki lebih dari 3,276 juta pengikut dan disukai lebih dari 2,8 juta. Halaman tersebut sering mengunggah postingan yang memuji Mubarak dan membuat perbandingan kondisi saat sang diktator tersebut berkuasa dengan kondisi saat ini.
BACA JUGA
Mubarak menjadi presiden pada 1981 dan terus menjabat selama 30 tahun, hingga ia digulingkan dalam pemberontakan rakyat pada 2011. Ia kemudian diadili dan pada awalnya dihukum karena keterlibatannya dalam membunuh demonstran, namun kemudian dibebaskan dalam pengadilan banding.
Salah satu unggahan dalam halaman tersebut menyebutkan Mubarak tidak bisa memotong subsidi bahan bakar. Unggahan itu dibuat pada hari yang sama ketika pemerintah Mesir menaikkan harga bahan bakar sebesar 16-30 persen sebagai bagian dari program reformasi yang didukung IMF.
Halaman ini juga memuat unggahan simpatik tentang dua putra Mubarak, Alaa dan Gamal, dan kegiatan sosial mereka.
Sementara itu, di bawah presiden saat ini, Abdel Fattah al-Sisi, otoritas Mesir melakukan penumpasan yang luas terhadap perbedaan pendapat dari lawan di seluruh spektrum politik. Media sosial diawasi dengan ketat.
Pendukung Sisi mengatakan langkah-langkah itu diperlukan untuk menstabilkan Mesir setelah kekacauan yang terjadi menyusul pemberontakan 2011.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bentrok Pakistan-Afghanistan Memanas, PBB Serukan Jalur Diplomasi
- Pengamat Dorong THR Dibayar H-14, Ini Alasannya
- 869 Ribu PBI JKN Aktif Lagi, Mensos Ungkap Skema Reaktivasi
- YouTuber Korea Klaim Dirinya Yesus, Raup Donasi Rp587 Miliar
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
Advertisement
Truk Besar Kerap Parkir Liar, Simpang Eks PJKA Dipasangi Water Barrier
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ramadhan 2026, ChatGPT Jadi Andalan Produktivitas dan Bisnis Warga RI
- Liga Champions: Courtois Prediksi Duel Real Madrid vs Manchester City
- OTT Bea Cukai Berlanjut, KPK Tetapkan Tersangka Baru Budiman Bayu
- Kasus Narkoba Bima, Bareskrim Polri Buru DPO Koko Erwin
- 869 Ribu PBI JKN Aktif Lagi, Mensos Ungkap Skema Reaktivasi
- Survei Jalur Mudik DIY, 90 Persen Jalan Mantap namun Masih Ada Lubang
- PSIM Jogja Waspadai Efek Pelatih Baru PSBS di Tengah Jadwal Padat
Advertisement
Advertisement








