Pembuat Halaman Facebook Pro Mubarak Ditangkap

Stiker dengan logo Facebook terlihat dalam konferensi F8 yang digelar Facebook di San Jose, California, AS, Selasa (30/4/2019). - Reuters/Stephen Lam
12 Juli 2019 09:27 WIB Denis Riantiza Meilanova News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Seorang sumber pengadilan pada Kamis (11/7/2019) menyampaikan bahwa otoritas Mesir dilaporkan telah menangkap pembuat halaman Facebook yang pro terhadap mantan presiden Mesir, Hosni Mubarak. Informasi tersebut dikutip Reuters.

Sumber tersebut mengatakan bahwa Karim Hussein, orang yang menjalankan halaman bertajuk “I am sorry, Mr President”, diperintahkan ditahan selama 15 hari. Dia sedang diselidiki atas tuduhan menyebarkan berita palsu dan menyalahgunakan media sosial.

Sebuah pernyataan yang diposting di halaman itu pada Rabu (9/7/2019) menyatakan Hussein dibawa untuk ditanyai atas beberapa hal yang terkait dengan halaman dan apa yang dipublikasikan di sana.

Halaman ini memiliki lebih dari 3,276 juta pengikut dan disukai lebih dari 2,8 juta. Halaman tersebut sering mengunggah postingan yang memuji Mubarak dan membuat perbandingan kondisi saat sang diktator tersebut berkuasa dengan kondisi saat ini.

Mubarak menjadi presiden pada 1981 dan terus menjabat selama 30 tahun, hingga ia digulingkan dalam pemberontakan rakyat pada 2011. Ia kemudian diadili dan pada awalnya dihukum karena keterlibatannya dalam membunuh demonstran, namun kemudian dibebaskan dalam pengadilan banding.

Salah satu unggahan dalam halaman tersebut menyebutkan Mubarak tidak bisa memotong subsidi bahan bakar. Unggahan itu dibuat pada hari yang sama ketika pemerintah Mesir menaikkan harga bahan bakar sebesar 16-30 persen sebagai bagian dari program reformasi yang didukung IMF.

Halaman ini juga memuat unggahan simpatik tentang dua putra Mubarak, Alaa dan Gamal, dan kegiatan sosial mereka.

Sementara itu, di bawah presiden saat ini, Abdel Fattah al-Sisi, otoritas Mesir melakukan penumpasan yang luas terhadap perbedaan pendapat dari lawan di seluruh spektrum politik. Media sosial diawasi dengan ketat.

Pendukung Sisi mengatakan langkah-langkah itu diperlukan untuk menstabilkan Mesir setelah kekacauan yang terjadi menyusul pemberontakan 2011.

Sumber : bisnis.com