5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Ini Dalih Kemhan Gelar Latsarmil
Kemenhan menegaskan latsarmil SPPI bagi manajer Kopdes Merah Putih bertujuan membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, dan integritas.
Imam Nahrawi. /Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA- Kasus dugaan korupsi suap dana hibah Kemenpora ikut menyeret nama dua anak kandung Menpora Imam Nahrawi.
Miftahul Ulum, Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olag Raga, Imam Nahrawi mengaku pernah meminta uang kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy yang kini sudah berstatus terpidana. Menurutnya, uang untuk meminum kopi yang diminta kepada Ending itu sebesar Rp2 juta.
"Saya pak, saya yang minta uang kopi, seingat saya Rp2 juta pak jaksa. Diberikan pak Hamidi di Plaza Senayan," kata Ulum saat dihadirkan sebagai saksi terkait suap dana hibah Kemenpora yang digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).
Di hadapan Majelis Hakim, Ulum mengaku uang untuk ngopi itu diterima setelah bertemu Ending di Plaza Senayan.
Ketika ditanya terkait pertemuan tersebut oleh Jaksa KPK, Ulum menjawab hanya pertemuan biasa tanpa disengaja.
"Iya tiba-tiba bertemu. Karena saya sama teman-teman," ujar Ulum.
Kemudian Jaksa pun mempertegas teman-teman yang dimaksud Ulum ketika bertemu dengan Hamidi di Plaza Senayan. Ulum awalnya menjawab orang yang ikut dalam pertemuan itu adalah adik - adiknya.
"Ada adik saya Ifak. Yah ade-adean saya pak," jawab Ulum.
Merasa tak puas, Jaksa KPK kembali menekankan pertanyaan dengan siapa saja Ulum melakukan pertemuan tersebut. Menjawab pertanyaan itu, Ulum akhirnya mengaku orang-orang yang ikut mendampingi dalam pertemuan itu adalah dua anak kandung Imam Nahrawi.
Jaksa pun kembali mencecar Ulum, meminta menjelaskan dengan siapa Ulum bertemu Hamidi tersebut. Ulum akhirnya menyebut bersama dua anak Imam Nahrawi dirinya bertemu Hamidi.
"Iya, sama anaknya pak Menteri (Imam Nahrawi), Ifak sama Diki," jawab Ulum.
Kemudian, Jaksa Pun langsung kepada Menpora Imam Nahrawi yang ikut dihadirkan dalam sidang tersebut apakah benar Ifak dan Diki adalah anak kandungnya. Terkait pertanyaan itu, Imam pun membenarkan.
"Betul (anak saya). Tapi saya enggak tahu (mereka ngopi)," jawab Imam.
Ulum pun mengaku uang Rp2 juta yang diberikan langsung dibagikan kepada anak Imam Nahrawi.
"Saya terima (uang) dan bagi bagikan kepada anak-anak. Ifak dan Diki," kata Ulum.
Kembali ditanya Jaksa, apakah Ulum memberitahukan kepada Menteri Imam terkait mengajak anaknya ke luar rumah dan menerima uang.
"Tidak pak. Saya anggap itu pribadi saya," tutup Ulum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kemenhan menegaskan latsarmil SPPI bagi manajer Kopdes Merah Putih bertujuan membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, dan integritas.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta. BPBD pastikan tetap aman dengan dukungan dana BTT.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.
Pemerintah resmi terapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Pakar ITB sebut aman untuk mesin diesel, emisi lebih rendah.
Daftar agenda Jogja Juli 2026: IFBC, festival layangan, geopark night, INACRAFT hingga scooter parade. Gratis dan seru!