Gerindra Bantah Rencana Pertemuan Prabowo dan Jokowi untuk Bagi-Bagi Kursi Menteri

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri), Ketua KPU Arief Budiman (tengah) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
25 Juni 2019 18:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu capres Prabowo Subianto membantah mengincar kursi menteri terkait dengan kabar rencana rekonsiliasi Prabowo dan Joko Widodo.

Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade membantah adanya kesepakatan Partai Gerindra untuk masuk ke kabinet pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi periode 2019-2024. Andre menegaskan bahwa Prabowo tidak haus jabatan.

Andre mengatakan, bahwa Prabowo - Sandiaga tidak memiliki kepentingan politik dalam Pilpres 2019 untuk konstelasi politik pada 2024. Karenanya ia membantah kalau Prabowo saat ini sudah melakukan kesepakatan dengan petahana demi kursi menteri.

"Pak Prabowo dan bang Sandi itu bukan pencari pekerjaan untuk panggung 2024. Pak Prabowo dan bang Sandi bukan orang yang butuh jabatan untuk perlindungan hukum, jadi jangan samakan dengan yang lain," kata Andre di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).

Menurut Andre, kalau memang ada ajakan silahturahmi antara kedua kubu usai Pilpres 2019. Namun, dirinya menegaskan jika silaturahmi itu bukan untuk membahas bagi-bagi kursi.

Meskipun begitu, Andre menyampaikan kalau pertemuan Prabowo dengan Jokowi bisa saja terjadi usai putusan sidang gugatan sengketa Pilpres 2019. Namun, ia tidak menjelaskan secara merinci kapan pertemuan tersebut akan dilakukan.

"Jadi tidak ada deal-deal. Tidak ada pertemuan untuk deal-deal antara TKN dan BPN atau orang Pak Prabowo dengan orang Pak Jokowi. Itu tidak ada," tandasnya.

Sumber : Suara.com