Seperti Laut Merah yang Terbelah, Aksi Ribuan Demonstran Hong Kong Beri Jalan Ambulans Lewat, Bikin Kagum

Unjuk rasa menentang RUU ekstradisi di Hong Kong. - AFP
17 Juni 2019 17:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Demonstrasi besar-besaran ribuan massa di Hong Kong melakukan hal positif yang menuai pujian karena mendahulukan ambulans yang melintas. 

Aksi massa di Hong Kong menuai pujian dari warganet. Kekaguman para pengguna media sosial itu timbul setelah menyaksikan para demonstran memberi jalan untuk ambulans dalam sebuah video viral.

Mengutip The Straits Times, Senin (17/6/2019), kejadian dalam video itu berlangsung pada Minggu (16/6/2019). Hampir dua juta orang dikabarkan turun ke jalan pada hari itu untuk menentang RUU ekstradisi ke China.

Para pengunjuk rasa, yang juga mendesak agar pemimpin Hong Kong Carrie Lam turun, membuat macet lalu lintas di beberapa area pusat Hong Kong.

Puluhan ribu orang berbondong-bondong memenuhi jalan raya utama di depan markas pemerintah Hong Kong di Admiralty.

Pada Minggu, potongan video yang diunggah di Twitter dan Facebook menunjukkan kerumunan pengunjuk rasa di Harcourt Road, dekat Kompleks Pemerintah Pusat, terbagi dua bagai laut yang terbelah. Massa secara tertib bergeser ke samping untuk memberi jalan bagi kendaraan darurat.

Laporan media lokal mengatakan bahwa pada sekitar pukul 9 malam paramedis dipanggil untuk menolong seorang demonstran yang pingsan.

Di Twitter, banyak orang memuji para pengunjuk rasa atas tindakan mereka. Beberapa dari mereka juga mengibaratkan pemandangan itu seperti Laut Merah.

Anggota parlemen Hong Kong Raymond Chan juga ikut membagikan video dengan adegan serupa di Causeway Bay.

"#HongKongers adalah pengunjuk rasa yang paling tertib di dunia. Mereka mengosongkan (jalan) hanya dalam waktu beberapa detik untuk ambulans di Causeway Bay," tulisnya.

Cupikan video itu memperlihatkan, para pengunjuk rasa menunggu dengan sabar ketika satu unit ambulans melintas, lalu mereka bersatu kembali dan bersorak.

Penggerak massa mengatakan, hampir dua juta orang ikut serta pada aksi unjuk rasa tersebut, sementara menurut polisi, jumlah orang yang hadir ada 340 ribu.

Protes pada Minggu kemarin berlangsung damai, berbeda dari minggu lalu, yang berakhir dengan kekerasan.

Aksi massa ini, diberitakan The Guardian, dipicu oleh upaya Carrie Lam memaksakan pembahasan RUU ekstradisi di parlemen.

Jika sudah disahkan, undang-undang yang banyak menuai kritik itu memungkinkan penduduk ataupun pengunjung Hong Kong dikirim ke China, untuk diadili dalam persidangan yang tak jelas dan dikendalikan oleh komunis.

Banyak orang di Hong Kong khawatir, masyarakat dan ekonomi negara akan mendapat pukulan telak dari keputusan tersebut. Selain itu, mereka juga khawatir terhadap sistem pengadilan China, di mana perlindungan hukumnya tidak dapat dijamin dan kerap dipolitisasi.

Melihat kondisi negara yang tak terkendali sejak Minggu (9/6/2019) lalu, Carrie Lam kemudian meminta maaf dan mengumumkan penundaan RUU ekstradisi, Sabtu (15/6/2019), tetapi tak serta merta memberi kelegaaan bagi para demonstran, sehingga protes tetap dilanjutkan.

Sumber : Suara.com