Ma'ruf Sebut Dedikasi Ani Yudhoyono untuk Negeri Tetap Abadi

Personel TNI AU mempersiapkan Hercules C-130 untuk menjemput jenazah Ibu Ani Yudhoyono, di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (1/6/2019). - ANTARA/Galih Pradipta
01 Juni 2019 21:07 WIB Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA --Calon Wakil Presiden terpilih KH. Ma'ruf Amin turut merasakan duka atas kepergian sosok Kristiani Herrawati atau lebih dikenal Ani Yudhoyono.


Pria berusia 76 tahun itu menilai bahwa dedikasi bakti Ibu Negara RI Ke 6 tersebut merupakan warisan teladan bagi generasi penerus bangsa.

View this post on Instagram

Bismillahirraahmanirrahiim. Innaalillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun. Allahummagfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu Anha. Telah berpulang ke Rahmatullah Ibu negara ke-6, Ani Yudhoyono. Meskipun Almarhumah telah meninggalkan kita semua, tetapi dedikasi dan bakti beliau untuk negeri yang kita cintai ini akan abadi sebagai warisan teladan bagi generasi-generasi bangsa kita. Semoga almarhumah husnul khotimah, mendapat tempat terbaik dan semua amal ibadah serta kebaikan-kebaikannya diterima Allah SWT. Dengan segala ketulusan dan keikhlasan, mari kita kirimkan doa untuk Almarhumah. Al Fatihah.

A post shared by K.H. Ma'ruf Amin (@khmarufamin_) on


"Bismillahirraahmanirrahiim.
Innaalillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun. Allahummagfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu Anha. Telah berpulang ke Rahmatullah Ibu negara ke-6, Ani Yudhoyono. Meskipun Almarhumah telah meninggalkan kita semua, tetapi dedikasi dan bakti beliau untuk negeri yang kita cintai ini akan abadi sebagai warisan teladan bagi generasi-generasi bangsa kita," tulis Ma'ruf pada akun instagram resminya @khmarufamin, Sabtu, (1/6/2019).

Dia juga mendoakan agar Ani Yudhoyono meninggal dalam keadaan yang husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta semua amal ibadah serta kebaikan-kebaikannya diterima Allah SWT.

Tak lupa dia juga meminta kepada followersnya untuk memanjatkan surat Al Fatihah.

"Dengan segala ketulusan dan keikhlasan, mari kita kirimkan doa untuk Almarhumah. Al Fatihah," tandasnya.

Ani Yudhoyono meninggal dunia di National University Hospital, Singapura sejak dirawat secara intensif pada 2 Februari 2019 untuk melawan kanker darah yang dideritanya.

Sebelum wafat, dia sempat tidak sadarkan diri. Rencananya, jenazah Ani Yudhoyono akan diterbangkan ke Indonesia pada Minggu (2/6/2019) pagi, sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta pada sore harinya.

Selain meninggalkan suaminya Susilo Bambang Yudhoyono, kedua anaknya--Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono--serta kedua menantunya--Annisa Pohan dan Aliya Rajasa--Ani juga meninggalkan empat cucunya, yakni Almira Tunggadewi Yudhoyono, Airlangga Satriadhi Yudhoyono, Pancasakti Maharajasa Yudhoyono, dan Gayatri Idalia Yudhoyono.

Sumber : bisnis.com