Suhu Udara Bisa Sangat Panas Saat Mudik, Ini Peringatan BMKG

Sejumlah sepeda motor pemudik diangkut dengan bus di Terminal Mamboro, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (28/5/2019). - Antara/Muhammad Hamzah
28 Mei 2019 23:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam perjalanan mudik karena sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Suhu udara bisa sangat panas dan memengaruhi kebugaran tubuh. Salah satu risiko mudik di musim libur Lebaran 2019 adalah dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh.

“Yang kami khawatirkan adalah dehidrasi, karena suhu udara bisa mencapai lebih dari 30 derajat Celcius. Beberapa hari lalu saja mencapai 34 derajat Celcius padahal belum puncak kemarau,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Selain dehidrasi, masalah lain yang perlu diwaspadai adalah debu dan udara kotor. Keduanya bisa mengganggu jarak pandang dan infeksi saluran pernapasan. Pemudik juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di daerah jalur mudik, kerana bisa memicu kebakaran.

“Ini sudah masuk musim kemarau jadi kekhawatiran akan dehidrasi ini perlu diantisipasi. Mungkin di tempat istirahat perlu adanya ketersediaan air atau bawa bekal air sendiri,” kata dia.

Pada akhir Mei dan awal Juni, sebagian besar wilayah Indonesian sudah memasuki musim kemarau. Wilayah yang sudah memasuki musim kemarau antara lain Sumatera Barat, Bengkulu, Palembang, Lampung, sebagian Jawa bagian tengah memanjang dari perbatasan Jawa Barat, Jawa Tengah sampai perbatasan Jawa Timur.

Sementara, masih ada beberapa zona tertentu seperti Maluku, Papua di sekitar Puncak Jayawijaya, Papua Barat bagian tengah curah hujan masih cukup tinggi. Bahkan dari analisis BMKG di daerah-daerah tersebut masih berpotensi banjir. Begitu juga dengan sebagian Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan sebagian Sulawesi Utara sehingga masih ada potensi banjir dan longsor.

Sumber : Antara