Viral Video Pengeroyokan oleh Aparat Berseragam Hitam, Ini Kata Saksi

Potongan gambar video pengeroyokan oleh aparat berseragam hitam-hitam. - Ist.
24 Mei 2019 20:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Video sekelompok aparat berseragam hitam-hitam bersenjatakan pentungan mengeroyok seorang lelaki viral di media sosial, Jumat (24/5/2019). Insiden itu diduga terjadi  di lahan kosong belakang Masjid Al Huda, Jalan Kampung Bali XXXIII, Tanah, Abang, Jakarta Pusat.

Tajudin, Imam Masjid Al Huda, mengatakan korban pengeroyokan adalah penjaga area parkir di lahan kosong tersebut. Menurut dia, korban bukan bagian dari massa dalam kerusuhan 22 Mei yang besembunyi di lahan kosong tersebut.

“Dia bukan bersembunyi. Itu orang parkir. Memang, yang lain, perugas parkir di situ pakai seragam merah-merah, dia tidak. Waktu itu memang kaget. Bahkan ada supervisor lahan parkir yang sedang tidur, ‘dibawa’ juga. Apes itu anak,” kata Tajudin.

Tajudin mengaku mendapat informasi itu berdasarkan keterangan warga sekitar. Ia memastikan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Kamis (23/5/2019) pagi.

“Kamis pagi, jam 05.30 WIB, sehabis malamnya ada kerusuhan di kawasan Bawaslu,” kata Tajudin.

Kawasan itu berada di belakang kantor Bawaslu. Ia menuturkan tidak ada informasi korban pengeroyokan meninggal dunia. Namun, kata dia, ada tiga orang yang dibawa saat itu.

“Yang dibawa tiga orang, satu orang supervisor, dan dua anak-anak,” kata dia.

Sebelumnya, beredar video viral yang merekam sedikitnya 10 orang berpakaian hitam-hitam, bersepatu bot, membawa pentungan dan senjata laras panjang, mengeroyok seseorang yang sudah tersungkur di bawah.

Video berdurasi 42 detik itu diunggah melalui akun Twitter @ardi_riau atau atas nama Putra Melayu.

Saat wartawan menyodorkan video yang viral untuk memastikan, Tajudin berkata, “Iya benar, yang tadi itu. Masak mau ditegesin lagi.”

Mabes Polri tengah menyelidiki benar atau tidaknya video yang merekam sejumlah orang diduga polisi tengah mengeroyok seseorang.

“Belum terklarifikasi dan terkonfirmasi. Sedang didalami oleh DitSiber Bareskrim,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo.

Sumber : Suara.com