LPS Ungkap Penyebab 14 BPR dan BPRS Dilikuidasi pada 2026
LPS mencatat 14 BPR dan BPRS dilikuidasi sepanjang 2026. Lemahnya tata kelola menjadi salah satu penyebab utama kegagalan bank.
Presiden Jokowi dan KH Said Aqil Siradj. /Ist- Biro Setpres
Harianjogja.com, JAKARTA- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengajak Nahdliyin, warga NU, untuk tidak mengikuti aksi pada 22 Mei yang mengarah pada people power.
"Tetap bekerja untuk kelangsungan hidup keluarga dan tidak perlu ikut aksi 22 Mei 2019. Saya meminta warga Nahdlatul Ulama untuk tidak ikut-ikutan rencana aksi 22 Mei 2019. Tetap khusyu menjalankan ibadah dan bekerja untuk kemaslahatan keluarga. Itulah jihad yang sebenarnya" kata Said di Jakarta, Senin (20/5/2019).
Dia mengatakan tidak ada gunanya berpuasa jika masih gemar menyebarkan hoaks dan menggunjing. Ibadah Ramadhan juga percuma jika yang bersangkutan tidak disertai dengan usaha menjaga mulut dan jari-jari agar tidak menyebarkan berita bohong, fitnah dan adu domba.
"Mari bersama-sama meninggalkan perbuatan-perbuatan yang membuat puasa kita menjadi percuma dan tak bernilai," kata dia.
Said mengatakan bulan puasa memiliki banyak keutamaan seperti waktu diturunkannya Al Quran, kesempatan mendekatkan diri kepada Allah dan bulan untuk meningkatkan kualitas beribadah.
"Ramadhan adalah bulan yang seyogyanya diisi dengan serangkaian amal ibadah yang positif dan luhur sesuai dengan anjuran Allah SWT. Mari Bersama-sama menyemarakkan Ramadhan dengan tarawih, tadarus, mengaji, memperkuat silaturahim dan amal ibadah yang bermanfaat lainnya," kata dia.
Ketum PBNU juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Dua hal itu sangat penting untuk dipertahankan sebagai bagian dari menjaga keselamatan bangsa.
Soal perbedaan pendapat, kata dia, agar disikapi dengan dewasa dan bijaksana. JIka ada pihak yang merasa tidak puas dengan hasil Pemilu agar menempuh prosedur yang konstitusional ke Bawaslu atau ke Mahkamah Konstitusi.
"Itulah cara yang mulia, elegan dan beradab. Demokrasi bukan bererati bebas sebebas-bebasnya. Ada aturan, prosedur, dan tata cara yang disepakati dan dijunjung bersama. Jangan sampai ada pihak yang salah mengartikan demokrasi dan memaknainya sebagai kebebasan untuk berkehandak," kata dia.
Sebelumnya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas mengajak unsur masyarakat yang tidak puas dengan hasil Pemilu agar menggunakan jalur yang sudah ada sesuai undang-undang. Setiap pihak agar dapat menerima hasil Pemilu dengan ikhlas.
"Kalau ada hal-hal yang mengganggu menyangkut masalah penyelenggaraan pemilu terutama terkait dengan masalah penghitungan suara yang dianggap bermasalah maka KPU hendaknya benar-benar bisa menyelesaikannya dengan baik agar kedua belah pihak bisa menerima hasil perhitungan tersebut dengan ikhlas dan legowo," kata dia.
Hal itu, kata dia, sangat penting demi menjaga persatuan dan kesatuan sebagai bangsa tidak terkoyak. "Karena jika itu terjadi maka kerugian dan malapetaka besar dapat menimpa bangsa dan negeri ini dan kita jelas-jelas tidak mau itu," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
LPS mencatat 14 BPR dan BPRS dilikuidasi sepanjang 2026. Lemahnya tata kelola menjadi salah satu penyebab utama kegagalan bank.
Target cadangan minyak 60 hari dinilai perlu dicapai bertahap. Pengadaan stok tambahan 40 hari diperkirakan membutuhkan Rp70 triliun.
Pelni memberikan diskon 30% tiket kapal kelas ekonomi untuk keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Sebanyak 35 persen kecelakaan di DIY pada 2025 terjadi malam hari. Dishub DIY mengoptimalkan aplikasi Sigap Aset.
Kebakaran garasi bus Damri di Bandung menghanguskan 10 bus dan berdampak pada 13 rumah warga. Satu orang mengalami sesak napas.
Sleman meraih peringkat terbaik I Parasamya Karya Kencana Regional 3 berkat sinergi lintas sektor dalam program GENTING.