Gerindra Imbau Polemik Ijazah Gibran Segera Diakhiri
Gerindra meminta polemik ijazah Gibran dihentikan setelah putusan MK dan mengingatkan dampaknya terhadap kepastian hukum serta investasi.
Ilustrasi tanah longsor/Okezone
Harianjogja.com, MINAHASA--Hujan deras yang melanda Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) mengakibatkan tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Kombi, Kecamatan Kombi, Sabtu (18/5/2019).
"Longsor akibat hujan deras itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wita," sebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa, Johanis Pesik, SIP, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Alex Dotulong.
Dotulong menyebutkan, longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kombi dan sekitarnya.
Material longsor diperkirakan sepanjang 45 meter dengan tinggi mencapai delapan meter.
"Tanah longsor menyebabkan satu rumah milik keluarga Rambitan-Frederick rusak parah. Nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta," katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan hingga pukul 17.40 Wita, tim BPBD bersama masyarakat dan PLN masih membersihkan puing-puing bangunan yang tertimbun.
"Saat ini keluarga korban telah mengungsi ke tempat yang lebih aman," ujarnya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Gerindra meminta polemik ijazah Gibran dihentikan setelah putusan MK dan mengingatkan dampaknya terhadap kepastian hukum serta investasi.
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Komjak menilai konsep kekayaan tak wajar dan harta tak terjelaskan perlu diperjelas dalam RUU Perampasan Aset.
Nusron Wahid absen dari pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus ATR/BPN. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyoroti alasan agenda internal kementerian.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.