Kata Polri tentang Peringatan Kewaspadaan Terorisme oleh AS

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Divhumas Mabes Polri, Jakarta, Kamis (9/5/2019). - Antara/Aprillio Akbar
18 Mei 2019 03:37 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Polri akan menerjunkan Tim Densus 88 Antiteror untuk mengantisipasi terorisme yang berpotensi muncul pada 22 Mei 2019 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo untuk menyikapi peringatan keamanan dari Kedubes Amerika Serikat terhadap warganya yang tengah berada di Indonesia, terutama di Jakarta.

"Sampai saat ini Densus masih melakukan upaya preventif strike untuk memitigasi aksi teror," tutur Dedi kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Jumat (17/5/2019).

Dedi mengaku total jumlah anggota Polri yang rencananya diterjunkan untuk mengamankan pengumuman hasil Pemilu 2019 di Gedung KPU berjumlah 32.000 personil Polri.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi pada saat pengumuman hasil Pilpres nanti, menyusul adanya penangkapan 68 tersangka tindak pidana terorisme yang ditangkap karena berencana melakukan aksi amaliyah pada 22 Mei 2019.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak turun ke jalan, apalagi melibatkan massa dalam jumlah yang besar," katanya.

Sebelumnya, Kedubes Amerika Serikat di Indonesia memberikan peringatan keamanan kepada warga Negeri Paman itu yang sedang berada di Indonesia.

Seperti terpantau di laman kedubes AS,  tanggal 22 Mei 2019 KPU direncanakan mengumumkan hasil resmi atas Pileg dan Pilpres pada Pemilu 2019.

Kedubes AS juga menggarisbawahi pernyataan Polri tentang kemungkinan aksi terorisme terkait pengumuman hasil akhir Pemilu di KPU pada 22 Mei 2019.

Terkait kondisi di atas, Kedubes AS mengingatkan kepada warga AS agar menghindari lokasi terjadinya akasi unjuk rasa dan meningkatkan kewaspadaan jika berada di sekitar terjadinya kerumunan massa.

Warga AS juga diminta tetap memonitor berita terkini dari liputan media terkait peristiwa lokal, mewaspadai lingkungan sekitar, dan meningkatkan kewaspadaan setiap saat.

Selain itu warga AS diimbau mendaftarkan diri pada Smart Traveler Enrollment Program (STEP) agar senantiasa mendapat informasi keamanan terkini.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia