Sempat Tenang 2 Hari, Bentrokan di Libya Kembali Pecah

Seorang bocah terlihat di puing-puing bangunan yang rusak di Douma, Ghouta Timur, di Damaskus, Suriah 21 Maret 2018. - Reuters
09 Mei 2019 13:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, LIBYA--Bentrokan antara pihak yang berperang di Libya kembali pecah pada Rabu (8/5/2019). Meski sempat berhenti setelah dua hari suasana tenang.

Menurut Juru Bicara GNA Mustafa Al-Mjai, bentrokan berlangsung di dekat Bandar Udara Internasional Tripoli antara pasukan pro-GNA dan pasukan yang setia kepada komandan militer Libya Timur Khalifa Haftar.

"Sasaran utama kami ialah mendirikan pengawasan yang efektif atas bandar udara dan Kabupaten Qasr Ben Ghashir di sebelah selatan ibu kota," kata Al-Mjai sebagaimana dilaporkan Anadolu dikutip Antara.

Pasukan pro-GNA juga berharap bisa memukul mundur pasukan Haftar dari Kota Garyan dan Tarhunah, yang masing-masing berada 100 kilometer di sebelah selatan dan 90 kilometer di sebelah tenggara Tripoli, kata juru bicara itu.

Pada awal April, Haftar --yang mengomandani pasukan yang setia kepada pemerintah saingan GNA di Libya Timur-- melancarkan operasi besar untuk merebut ibu kota Libya.

Namun setelah lebih dari satu bulan pertempuran sporadis di pinggir Tripoli, pasukan Haftar gagal mencapai sasaran utama mereka walaupun mereka telah merebut beberapa kota besar dan kota kecil di sekitar Tripoli.

Libya tetus dirongrong kerusuhan sejak 2011, ketika orang yang lama memimpin negeri itu, Muammar Gaddafi, digulingkan dan terbunuh dalam aksi perlawanan berdarah yang didukung NATO setelah empat dasawarsa kekuasaannya.

Sejak itu, negara yang kaya akan minyak tersebut telah menyaksikan kemunculan dua pemerintah yang bersaing: satu di Libya Timur, yang bersekutu dengan Haftar, dan satu lagi di Tripoli, yang mendapat pengakuan PBB.

Sumber : Antara