Jogja Cultural Festival 2026 Padukan Budaya dengan Teknologi dan AI
Jogja Cultural Festival 2026 memadukan budaya Jogja dengan teknologi dan AI serta menyasar generasi Z dan Alpha.
Ahmad Dhani. /ANTARA FOTO-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, SIDOARJO - Cleg DPR RI Partai Gerindra Dapil Jatim 1 meliputi Surabaya dan Sidoarjo, Ahmad Dhani, meminta Bawaslu memerintahkan KPU untuk stop input data yang tengah berjalan. Hal tersebut dilakukan demi menghindari tragedi nasional.
Ini disampaikan suami Mulan Jameela melalui secarik surat yang ditulisnya dari Rutan Medaeng, Sidoarjo, Kamis (2/5/2019). Kemudian surat itu diberikan pada Siti Rafika, yang merupakan Tim Pemenangan Ahmad Dhani dalam pileg 2019.
Selanjutnya surat itu disebar pada kalangan media, baik yang bertugas di wilayah Surabaya maupun Sidoarjo. Ahmad Dhani menulis surat untuk menyuarakan isi hatinya ini bukan yang pertama kali, melainkan sudah beberapa kali.
"Demi menghindari tragedi nasional, alangkah baiknya bila Bawaslu perintahkan KPU untuk stop input data," tulis Dhani dalam surat tersebut.
Dikarenakan masyarakat, lanjut Dhani, bisa melihat dan mengakses sendiri kejahatan human order, maka sebaiknya input data diulangi dari nol lagi. Ingat kata cak Nun perdamaian hanya bisa didapat jika tidak ada kecurangan.
"Jika masih yang mau main-main perang total, maka perdamaian tidak akan tercipta. Maka dari itu BPN dan TKN harus sepakat untuk menghindari tragedi nasional," kata Dhani.
Kemudian melakukan hitung ulang secara bersama team KPU, TKN dan BPN. Dimana dilakukan data dari nol lagi. Serta menggunakan sofware excell sederhana. Dan ditempatkan di lapangan GBK menggunakan layar super besar.
"Tapi jika ada C1 asli yang ada dimusnahkan, maka harus ada pencoblosan ulang meskipun itu ada ribuan TPS," tutup Dhani dalam surat ini.
Sementara itu, Siti Rafika menyatakan, surat terbuka ditulis Ahmad Dhani berangkat dari rasa keprihatinan pada pelaksanaan pemilu 2019. Sebab dinilai banyak kesalahan input data yang dilakukan KPU Pusat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Jogja Cultural Festival 2026 memadukan budaya Jogja dengan teknologi dan AI serta menyasar generasi Z dan Alpha.
Joanna Wietrzyk minta maaf setelah viral buang air besar saat lomba Hyrox di Beijing. Ia mundur secara retroaktif dan melepaskan poin kemenangannya.
Panpel Persija dilarang menggelar dua laga kandang di DKI, Banten, dan Jabar serta didenda Rp40 juta usai laga kontra Persib.
Gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-Alun Kota Magelang pada 17-20 September 2026 diharapkan mampu menjadi pengungkit perekonomian daerah setempat
Pieter Huistra menanggapi komitmen suporter PSS-PSIM. Ia menyebut rivalitas wajar, tetapi dukungan kepada tim lebih penting.
Dokumen pengadilan yang baru dibuka mengungkap kekhawatiran internal Microsoft dan OpenAI soal penggunaan jutaan artikel berita untuk melatih AI.