Caleg PDIP Dalang Pembakaran Kotak Suara di Jambi

Pekerja merakit kotak suara berbahan dupleks di gedung bekas Pengadilan Agama (PA) Wonosari, Rabu (13/2/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
24 April 2019 10:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAMBI –Aktor utama pembakaran kotak suara di TPS 1, 2, dan 3 pada 18 April 2019 lalu di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Jambi, ternyata calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP bernama Khairul Saleh, 53.

Dikutip Okezone.com warga Desa Koto Padang, Tanah Kampung, Kabupaten Kerinci itu membakar kotak suara karena tidak puas dengan hasil yang diperoleh di TPS tersebut. Ia pun langsung menyuruh orang kampung untuk berbuat anarkis hingga membakar kotak dan surat suara.

Atas kejadian ini, Polda Jambi yang berkoordinasi dengan Polres Kerinci langsung melakukan penyelidikan dan menangkap Khairul Saleh serta adiknya Robin Janet yang tak lain anggota pengawas pemilu lapangan (PPL).

Direktur Reskrimum Polda Jambi, AKBP Edi Faryadi, membenarkan seorang caleg partai dan anggota PPL ditangkap. Setelah diperiksa, keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami bekerja sama dengan Polres Kerinci dua orang tersangka sudah diamankan ke Polda Jambi pada Selasa, 23 April 2019 dan akan kita lakukan pemeriksaan intensif," tuturnya.

Edi Faryadi menyebutkan, dua tersangka dibawa ke Polda Jambi guna pemeriksaan lebih kondusif. Hal itu karena, lanjut dia, di Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh merupakan daerah rawan saat pemilu.

"Agar pemeriksaan lebih intensif kepada tersangka," katanya.

Namun, Edi Faryadi enggan memberikan komentar dari partai apa caleg yang merupakan aktor pembakaran kotak suara dan surat suara itu berasal. Sebelumnya, Ketua PDIP telah membenarkan kadernya seorang caleg PDIP jadi tersangka di Polda Jambi.

"Kita hanya membenarkan ada caleg jadi aktor utama pembakaran kotak suara dan surat suara di Sungai Penuh," katanya.

Diketahui sebanyak 13 kotak suara di TPS 1, 2, dan 3 di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh dibakar massa. Atas kejadian ini, pihak panitia TPS langsung ketakutan karena massa secara mendadak datang ke TPS melakukan keributan dan langsung membakar kotak suara Pemilu 2019.

Sumber : Okezone.com