DEBAT PILPRES: Jokowi Akui Pemerintah Mampu Menguasai SDA Strategis seperti Freeport

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
13 April 2019 20:57 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin tampil dalam Debat Pilpres 2019 kelima di Hotel Sultan Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Saat menyampaikan visi misinya, Jokowi mengaku sudah bekerja keras mengembalikan watak asli pembangunan indonesia.

"Watak asli pembangunan Indonesia yaitu tidak bertumpu pada pertumbuhan ekonomi saja tetapi pemerataan. Karena tanpa itu [pemerataan], ketimpangan akan terjadi. Baik itu ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin, ketimpangan antar wilayah dan juga ketidakadilan," jelasnya, Sabtu malam. 

Untuk itu, katanya, ia mengaku sudah membangun infrastruktur di berbagai tempat. Tidak hanya di Jawa tetapi menjadi proyek Indonesia sentris.

"Harapanya ada titik pertumbuhan ekonomi baru. Baik dalam bentuk kawasan industri kecil, kawasan ekonomi khusus, maupun pariwisata yang berimbas pada barang kerajinan. Kami ingin memperjuangkan kemandirian ekonomi Indonesia," katanya. 

Jokowi juga menyinggung bahwa pemerintah telah mampu menguasai kembali sumber daya alam strategis yang sebelumnya dikuasai asing seperti blok Mahakam dan Freeport. "Kemandirian ini penting karena ekonomi yang adil, kesejahteraan masyarakat bisa kita lakukan," katanya. 

Pada kesempatan segmen pertama tersebut, Jokowi juga menunjukkan beberapa kartu saktinya antara lain Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Prakerja.