Advertisement
Pengakuan Pelempar Batu ke Bus Eka di Sragen, Ternyata karena Dendam
Wakapolres Sragen, Kompol Saprodin, memberikan keterangan terkait penangkapan dua pelaku pelemparan batu ke arah bus Eka di komplek Mapolres Sragen, Jumat (12/4/2019). (Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
Advertisement
Harianjogja.com, SRAGEN -- Polisi menangkap dua pelaku pelemparan batu ke arah bus Eka hingga mengakibatkan kecelakaan yang merenggut satu nyawa di Ring Road Utara Sragen, Rabu (10/4/2019) malam lalu.
Dua pelaku berhasil diringkus Polres Sragen pada Kamis (11/4/2019) pukul 05.00 WIB. Mereka adalah Yeri Gunawan alias Kemprud, 20, warga Dusun Bunder, Desa Kedungwaduk, Karangmalang, Sragen, dan tetangganya, Purnomo Budiarto alias Uklik, 25, residivis kasus pencurian di wilayah Gemolong.
Advertisement
Kepada polisi, Yeri mengaku sudah empat kali melempar batu ke arah kaca depan bus Suroboyonan. Aksi itu didasari dendam Yeri kepada bus Suroboyonan yang terkenal ugal-ugalan di jalanan.
Yeri mengaku pernah nyaris menjadi korban kecelakaan oleh bus Suroboyonan itu saat melintasi kawasan Masaran. “Saat itu saya hampir saja tertabrak. Sejak saat itu saya selalu ingin membalas ketika bertemu di jalan,” ucap Yeri kepada wartawan di Mapolres Sragen, Jumat (12/4/2019).
BACA JUGA
Yeri dan Purnomo dijerat Pasal 170 KUHP Subsider Pasal 406 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara. Polisi mengamankan batu dan sepeda motor Honda Supra berpelat nomor AD 3951 AKE sebagai barang bukti.
Sebagaimana diberitakan, bus Eka berpelat nomor S 7539 US yang dikemudikan Eko P. menabrak tiga sepeda motor hingga mengakibatkan satu nyawa melayang. Belakangan diketahui, bus itu dilempari batu di bagian kaca depan hingga mengenai mulut sopir.
Akibat lemparan batu itu sopir kehilangan kendali kemudi dan bus menabrak tiga sepeda motor di depannya. Salah satu pengendara sepeda motor itu diketahui merupakan rekan pelaku yang melempar batu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
- Komisi III DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Pro Kontra Dapur MBG di Banguntapan Bantul, Lurah: Mayoritas Setuju
- Mudik, Mahasiswa Asal Cilacap Terbantu Rest Area SPBU Ambarketawang
- Hari Jadi DIY ke-271, Sultan Ajak Perkuat Cipta, Rasa, dan Karsa
- Jelang Idulfitri, Pemkab Sleman Cairkan THR ASN Rp56 Miliar
- Mudik Lebaran, Polisi Petakan Jalur Rawan Kecelakaan di Gunungkidul
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- OTT KPK 2026: Bupati Cilacap Ditangkap, Operasi ke-9 Tahun Ini
Advertisement
Advertisement




