Advertisement
Erick Thohir: Hoaks Pemilu di Luar Negeri Sudah Dihitung adalah Rekayasa Kelompok Tertentu
Calon presiden Joko Widodo bersama Iriana Joko Widodo (tengah), didampingi Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan Jokowi-Maruf, Jusuf Kalla dan istri Mufidah Jusuf Kalla (kanan), serta Ketua TKN Erick Thohir, naik becak saat menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Karebosi, Makasar, Sulawesi Selatan, Minggu (31/3/2019). - JIBI/Bisnis Indonesia/Paulus Tandi Bone
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin menegaskan kabar surat suara pemilu luar negeri sudah dihitung adalah hoaks.
Menurut dia, berita bohon ini disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mendekati waktu pencoblosan Pilpres dan Pileg pada 17 April pekan depan. Dia meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya.
Advertisement
"Ini merupakan rekayasa dari kelompok tertentu yang ingin membuat suasana gaduh dan memanfaatkan situasi. Tidak pernah ada perhitungan lebih awal. Sesuai dengan UU Pemilu, semua akan dihitung bersamaan," jelas Erick Thohir melalui keterangan pers di Jakarta, Rabu (10/4/2019).
Sesuai Pasal 167 Undang-Undang (UU) No.7.2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pemilu di luar negeri diselenggarakan lebih awal (early voting).
Meski dimulai lebih awal, namun penghitungan suara dilakukan bersamaan dengan di dalam negeri, yakni seluruh suara baru direkapitulasi pada 17 April 2019.
Hal senada disampaikan oleh Komisioner KPU, Pramono Tantowi Ubaid yang menyatakan penghitungan suara pemilu presiden dan pemilu legislatif di luar negeri belum dilakukan sehingga belum bisa ditentukan siapa pemenangnya.
"Tidak benar. Karena penghitungan suara untuk pemilu luar negeri di semua KBRI/KJRI baru dilaksanakan pada 17 April. Jadi kalau ada info soal hasil pemilu di luar negeri sekarang-sekarang ini, pasti hoaks. Ini juga menjawab adanya informasi yang beredar di media sosial, WhatsApp mengenai hasil pemilu di sejumlah negara. Hal itu sama sekali tidak benar," ujar Pramono Tantowi Ubaid di Jakarta.
Atas dasar semakin masifnya berita-berita bohong, fitnah, dan hoax yang bisa memecah belah, bahkan mendiskreditkan lembaga atau institusi negara yang bertanggung jawab terhadap pemilu, seperti KPU atau Bawaslu, Erick meminta kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mengecek sumber berita sebelum menyebarkan melalui media sosial.
"Menuju pesta demokrasi terbesar dalam sejarah negeri ini, mari kita bersama-sama menjaga persatuan, kedamaian, dan juga kebersamaan dalam kegembiraan sehingga kita tidak mudah diombang-ambingkan berita-berita bohong. Tetap percaya kepada lembaga penyelenggaran pemilu, baik saat pencoblosan hingga perhitungan, dan hargai hasilnya, tanpa harus ada ancaman apapun. Jangan takut dan merasa terancam, karena TNI dan Polri siap mengamankan dan menjaga Pemilu agar berjalan lancar," lanjut Erick.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Advertisement







