Advertisement

Gerakan Rabu Putih ala Jokowi-Ma'ruf Ada Plus Minusnya. Ini Kata Pakar

Newswire
Selasa, 09 April 2019 - 13:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Gerakan Rabu Putih ala Jokowi-Ma'ruf Ada Plus Minusnya. Ini Kata Pakar Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Pasangan Capres-Cawapres 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin menyerukan gerakan "Rabu Putih" pada Pemilu 17 April mendatang. Menurut analis politik dari Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, gerakan ini memiliki sisi plus dan minusnya.

"Seruan gerakan 'Rabu Putih' ini ada sisi plus-minusnya," kata Pangi Syarwi melalui telepon selulernya, di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Advertisement

Menurut Pangi, seruan gerakan "Rabu Putih" di satu sisi akan membangun kekompakan dan kekuatan mental bertarung dari pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, tapi di sisi lain akan membuka azas kerahasiaan dalam pemilu.

"Masyarakat umum dapat melihat, pemilih yang hadir di TPS [tempat pemungutan suara], pada 17 April nanti, mengenakan pakaian putih, pastilah pemilih Jokowi-Ma'ruf, sehingga azas kerahasiaan dalam pemilu tidak ada lagi," katanya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini menambahkan, surveyor dari lembaga menjadi dimudahkan untuk melakukan "exit pool" guna menghitung berapa persen pemilih pasangan 01 dan berapa persen pemilih pasangan 02, tanpa perlu bertanya dan wawancara.

"Karena dapat dipastikan, pemilih yang hadir di TPS mengggunakan pakaian putih adalah pemilih pasangan 01," katanya.

Menurut dia, Gerakan "Rabu Putih" ini juga bagus untuk mengelola mesin "locomotif effect", menggiring opini publik bahwa yang pakai baju putih ke TPS banyak sehingga masyarakat cenderung terpengaruh dan memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Sebelumnya, GP Ansor menyerukan gerakan "Rabu Putih", yakni datang ke TPS pada 17 April 2019, mengenakan pakaian putih dan memilih capres-cawapres yang mengenakan pakaian putih, untuk mendorong pemilih datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya, sehingga dinilai dapat meminimalisir pemilih golput.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Kulonprogo
| Minggu, 05 April 2026, 01:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement