Ingin Swasembada Protein Hewani, Indonesia Tak Perlu Impor

Sapi yang ada di Pasar Hewan Imogiri, Bantul, akhir pekan lalu. - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
05 April 2019 22:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mendorong Indonesia swasembada protein hewani. Diharapkan asupan protein hewani masyarakat dapat terpenuhi dari dalam negeri. 

"Kami di Kementan terus mendukung agar bagaimana Indonesia swasembada protein hewani," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita, dalam acara Farmer2Farmer 2019 yang digelar di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Menurut dia, asupan untuk protein hewani juga diharapkan tidak hanya dari daging sapi tetapi juga bisa dari susunya, atau dari aneka ragam hewan lainnya seperti ayam dan domba.

Ia mengingatkan bahwa domba Nusantara pada saat ini juga sudah menembus hingga ke sejumlah pasar internasional seperti ke Malaysia dan beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

"Cita-cita kita menjadi lumbung pangan dunia. Untuk itu, peran peternak di seluruh Indonesia sangatlah penting," katanya.

Menurut Ketut Diarmita, berbagai regulasi sudah diperbaiki oleh pemerintah untuk berupaya membantu meningkatkan kesejahteraan peternak.

Ia juga mengajak para peternak agar tetap bersemangat dan jangan mudah mengeluh, serta meningkatkan produktivitas hasil perah susu dari sekitar 12 liter menjadi 25 liter per hari.

Acara Farmer2Farmer itu sendiri merupakan kompetisi untuk peternak sapi perah terpilh yang bertujuan untuk mendorong peternak sapi perah loka untuk menerapkan Good Dairy Farming Practice (GDFP) secara terus-menerus dan konsisten.

Dari 110 peserta, sebanyak empat peternak akan dipilh untuk mendapatkan kesempatan mengunjungi peternakan sapi perah di Belanda dan mendapatkan pelatihan intensif dari peternak sukses di Negeri Kincir Angin tersebut selama dua pekan pada Juli 2019.

Pelaksanaan program Farmer2Farmer itu diharapkan dapat membantu memenuhi permintaan susu sapi nasional di Indonesia. Hal ini karena menurut data Kementerian Pertanian, produksi susu sapi lokal hanya dapat memenuhi 20% dari permintaan susu nasional.

Sementara itu, Konselor Pertanian Kedutaan Belanda di Indonesia, Louis Beijer, menyatakan, pihaknya dengan senang hati akan menyambut para pemenang kompetisi Farmer2Farmer di negaranya dan mendorong peternak secara aktif berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka kepada para pemenang kompetisi.

"Dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta, kami percaya industri peternakan sapi perah Indonesia akan terus meningkat. Kami pun akan senang hati mendukung," ujar Louis.

Sumber : antara