Tabrakan Maut, Sepeda Motor Ikut Tersenggol

Warga menyingkirkan sepeda motor di lokasi tabrakan antara truk dan bus di Dukuh Keboan, Desa Sidomulyo, Ampel, Boyolali, Sabtu (23/3 - 2019). (Antara/Akhmad Ludiyanto)
24 Maret 2019 06:37 WIB Akhmad Ludiyanto News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI--Sebuah motor ikut tersenggol akibat tabrakan yang terjadi antara sebuah truk dan bus di jalan Boyolali-Semarang, tepatnya di Dukuh Keboan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Sabtu (23/3/2019). 

Dua awak truk meninggal dunia dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.15 WIB tersebut. Tabrakan kedua kendaraan besar ini juga melibatkan kendaraan lain. Sebuah Honda Beat H 4160 NV yang dikendarai Etika Puri Soraya, 25 warga Salatiga, yang sedang melaju searah dengan bus tersenggol hingga terjatuh. Namun Etika selamat meski mengalami luka.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari lokasi kejadian menyebutkan saat itu truk H 1793 P yang diawaki Indi dan Bakti tersebut melaju dari arah Semarang menuju Boyolali. Diduga, truk mengalami selip karena saat itu cuaca hujan hingga akhirnya truk oleng ke kanan dan terus meluncur hingga melewati garis pembatas tak putus.

Sementara itu, dari arah berlawanan atau dari arah Boyolali menuju Semarang, melintas bus Agra Mas B 7144 YL yang dikemudikan Suyono, 61, warga Bandung. Karena jarak antara kedua kendaraan ini terlalu dekat, tabrakan pun tak dapat dihindarkan.

“Saya lihat truk itu jalan zig zag dan nyelonong masuk ke jalur bis ini dan langsung saja menabrak,” ujar salah satu penumpang bus, Andi, 30, warga Wonogiri.

Benturan keras menyebabkan bus terdorong hingga sebagian badan bus keluar jalan. Bahkan ban depan kiri bus berwanna merah ini menggantung di atas parit/lahan warga sedalam sekitar 2 meter.

Sementara itu, setelah menabrak bus, truk terpental hingga berbalik arah. Benturan ini juga menyebabkan kedua awak truk yang tidak diketahui pemegang kemudinya ini meninggal dunia di lokasi. Bahkan, salah satu awak dalam kondisi terlempar keluar dari kabin truk.

Warga sekitar dan pengguna jalan yang mengetahui kecelakaan itu langsung memberikan pertolongan kepada para penumpang bus dan korban. Sebagian lainnya membawa korban meninggal ke Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUDPA) Boyolali.

Petugas Satlantas Polres Boyolali yang mendapat laporan tersebut langsung melakukan penanganan dan di lokasi. Di sisi lain, proses evakuasi kedua kendaraan menggunakan dua derek ini memakan waktu sekitar 1 jam sejak pukul 17.00 WIB hingga pukuk 18.00 WIB.

Upaya ini mengakibatkan kendaraan pada lajur arah ke Semarang mengantre hingga sekitar 2 kilometer atau hingga pintu masuk Desa Banyuanyar, Ampel. Polisi menerapkan sistem buka tutup agar arus dari kedua arah bisa berjalan bergantian.

Sumber : solopos.com