Pilot Ethiopian Airlines yang Jatuh Belum Dilatih Operasikan Simulator Boeing 737 Max 8

Polisi berdiri di lokasi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET 302, di dekat Kota Bishoftu, 62 kilometer dari tenggara Ibukota Addis Ababa, Ethiopia, Minggu (10/3/2019). - Reuters/Tiksa Negeri
22 Maret 2019 01:47 WIB Kahfi News Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Kapten pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh tidak pernah mendapat kesempatan untuk berlatih mengoperasikan simulator baru Boeing 737 Max 8. Akibatnya fatal karena pesawat yang dia kendalikan jatuh dan menewaskan  157 penumpang.

Dikutip dari Reuters, Kamis (21/3/2019), Kapten Yared Getachew, 29, dijadwalkan mengikuti pelatihan penyegaran pada akhir Maret. Jadwal pelatihan itu berjarak dua bulan setelah Ethiopian Airlines menerima salah satu simulator pertama yang didistribusikan.

Bencana 10 Maret, menyusul kecelakaan Max 8 lainnya di Indonesia pada Oktober, telah memicu salah satu pertanyaan terbesar dalam sejarah penerbangan, dengan mmenggunakan keamanan sistem otomatis baru. Bukan tak mungkin para kru belum sepenuhnya memahami dengan benar.

Dalam kedua kasus tersebut, para pilot kehilangan kendali segera setelah lepas landas, lantas berupaya untuk menghentikan jet mereka jatuh.

Max, yang mulai beroperasi dua tahun lalu, memiliki sistem otomatis baru yang disebut MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System). Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kehilangan daya angkat yang dapat menyebabkan ketidakstabilan aerodinamis yang membuat pesawat ke bawah dengan cara  tidak terkendali.

"Boeing tidak mengirim manual tentang MCAS," kata Pilot Ethiopian Airlines yang tak mau disebut namanya kepada Reuters di lobi hotel. 

“Sebenarnya kita tahu lebih banyak tentang sistem MCAS dari media dari pada dari Boeing,” sambung pilot tersebut.

Boeing tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan pilot. Belum dikatakan 737 pilot harus berlatih menggunakan salah satu simulator baru untuk menerbangkan 737 Max, yang memiliki mesin lebih besar yang dipasang sedikit lebih maju daripada model sebelumnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia