Advertisement
Ma'ruf Amin: Dukung Paslon Tidak Secara Politik Saja, Tetapi Juga di Lapangan!
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin (kanan) menyapa masyarakat dalam acara Karawang berselawat di kawasan Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2019) malam. - ANTARA/M Ibnu Chazar
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin meminta partai politik anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) untuk benar-benar memberi dukungan penuh untuk memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di pemilu 2019.
Ma'ruf berpendapat, hubungan parpol koalisi dengan pasangan capres dan cawapres harus timbal balik lantaran pemilu dilaksanakan serentak.
Advertisement
“Apa gunanya koalisi kalau tidak saling mendukung. Partai-partai koalisi juga memenangkan capres dan cawapres yang mereka dukung bukan secara politik saja, tapi juga harus realisasinya di lapangan," kata Ma'ruf di Balikpapan, Kalimantan Timur, seperti tertulis di keterangan yang diterima Bisnis, Kamis (21/3/2019).
Permintaan Ma'ruf ini keluar sehari setelah hasil survei Litbang Kompas diketahui publik. Dalam survei tersebut elektabilitas Jokowi-Ma'ruf disebut menurun pada periode Oktober 2018-Maret 2019.
BACA JUGA
Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di survei itu adalah 49,2% atau beda 11,8% dengan dukungan yang dimiliki Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 37,4%. Survei Kompas dilakukan 22 Februari hingga 5 Maret dan melibatkan 2.000 responden.
Ma'ruf juga menyebut masyarakat akan rugi jika tidak memilih Jokowi di pemilu 2019. Menurutnya, semua pembangunan akan berlangsung dari awal lagi jika Jokowi dan dirinya tidak menang di pemilu mendatang.
“Kalau tidak memilih Pak Jokowi itu rugi karena akan mulai dari awal lagi, meletakkan pondasi lagi. Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla telah membuat landasan-landasannya. Baru nanti di periode berikutnya, kita maksimalkan lagi," tutur Ma'ruf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
- Mercedes-Benz Recall 169 Unit EQB di AS, Risiko Baterai
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Pegadaian Stagnan Hari Ini
- Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo, Minggu 4 Januari 2026
- Senegal dan Mali Lolos ke Perempat Final Piala Afrika 2025
- Taman Pintar Jogja Catat Pendapatan Rp14,45 Miliar di 2025
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Jadwal KA Bandara Jogja Hari Ini, Minggu 4 Januari 2026
Advertisement
Advertisement




