Advertisement
Juan Guaido Dekati China
Juan Guaido - Reuters/Carlos Garcia Rawlins
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA – Presiden sementara Venezuela Juan Guaido menginginkan hubungan yang produktif dan saling menguntungkan dengan China dan membuka kemungkinan dialog dengan para pejabat tinggi negeri tersebut. China dan Rusia menolak Juan Guaido dan masih mengakui Nicolas Maduro sebagai Presiden Venezuela.
Dalam wawancara dengan Sunday Morning Post, Guaido mengatakan China akan terus memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi Venezuela serta perjanjian kerja sama yang dulu disepakati pada pemerintahan Presiden Nicolas Maduro akan tetap berlangsung sesuai dengan hukum yang berlaku.
Advertisement
China dan Rusia telah menolak untuk bergabung dengan Amerika Serikat, Uni Eropa dan sebagian besar negara Amerika Latin yang mengakui kepresidenan sementara Guaido untuk menggantikan Maduro.
China telah meminjamkan US$50 miliar kepada Venezuela selama satu dekade terakhir yang dibayarkan dalam bentuk pengiriman minyak oleh bangsa Amerika Selatan tersebut.
"Kami berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan Beijing guna memicu pertumbuhan ekonomi Venezuela yang menderita hiperinflasi dan telah kehilangan kepercayaan investor," kata Guaido kepada Sunday Morning Post, seperti dikutip melalui Bloomberg, Minggu (3/2/2019).
Dia mengatakan bahwa peran dan dukungan China sebagai pemain global sangat penting untuk meningkatkan ekonomi dan masa depan pembangunan Venezuela.
Menurut Guaido, Beijing secara aktif mempromosikan perdagangan di Amerika Latin dan Karibia dalam framework inisiatif Belt and Road, yang memberikan China ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah.
"Jika saya menjadi presiden, prioritas kami adalah meningkatkan investasi dan mempromosikan pembangunan ekonomi, untuk mencapai tujuan tersebut kami akan membutuhkan dukungan China," ujar Guaido.
Pada perkembangan lain, Presiden Venezuela terpilih Nicolas Maduro semakin tertekan dengan hambatan pengiriman aset negara yang disimpan di Bank Sentral Inggris dalam bentuk emas batangan senilai US$850 juta.
Emas batangan seberat 20 ton tersebut telah ditimbang dan dipisahkan di brankas bank sentral untuk dikirim, namun seorang narasumber yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan aset tersebut belum akan dikirimkan dalam waktu dekat.
Pemblokiran pengiriman 20 ton emas tersebut dilakukan hanya sepekan setelah BOE menolak permintaan Maduro untuk pencairan total aset emas senilai US$1,2 miliar yang disimpan di sana.
Sementara itu, tujuan penarikan aset dan sifat transaksi hingg saat ini tidak diketahui dengan pasti, Amerika Serikat khususnya menilai ridak lazim bagi pemerintah untuk melakukan pengiriman aset dalam jumlah besar.
Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton AS menyampaikan melalui akun Twitter resminya bahwa AS sedang berupaya untuk memastikan agar manfaat dari sumber daya milik Venezuela tidak dicuri oleh Maduro dan kroni-kroninya.
Emas yang disimpan di Caracas dan London merupakan sumber kekayaan penting bagi negara yang telah jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem di bawah pemerintahan sosialis Maduro.
Cadangan devisa bank sentral, termasuk emas, turun menjadi hanya US$8 miliar.
Aset-aset itu menjadi bagian penting dari pertempuran untuk menguasai keuangan Venezuela antara Maduro dan Juan Guaido.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
- 46.207 Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api Hari Ini
- Ratusan Warga Terdampak Banjir Bandang Kalimantan Selatan
- Kunjungan ke IKN Tembus 36.700 Orang saat Libur Natal 2025
Advertisement
Usai Tahun Baru, Polisi Fokus Amankan Destinasi Wisata Sleman
Advertisement
Musim Liburan, Wisata Jip Merapi Diserbu hingga 20 Ribu Orang
Advertisement
Berita Populer
- Piala Afrika 2025: Senegal Lolos 16 Besar sebagai Juara Grup
- Amalan Doa Awal Tahun 2026, Dibaca Tiga Kali
- Gunung Bur Ni Telong di Aceh Naik Status, Ribuan Warga Mengungsi
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 31 Desember 2025
- Malam Tahun Baru 2026, Arus Lalu Lintas Jogja Direkayasa
- PLN: Ada Potensi 280 Juta Ton Limbah Kayu & Hutan Pengganti Batu Bara
- Rumah Ditinggal Liburan Tahun Baru, Warga Diminta Waspada Kejahatan
Advertisement
Advertisement



