Sudah 90 Warga Terjangkit DBD, Tangsel Difogging

Ilustrasi nyamuk DBD - JIBI
31 Januari 2019 14:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, TANGERANG--Beberapa wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masuk kategori daerah rawan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus penyakit demam berdarah dengue (DBD). Dinas Kesehatan Kota Tangsel mencatat, hingga minggu ketiga Januari 2019, tercatat setidaknya sudah ada sekitar 90 warga yang terjangkit DBD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Tulus Muladiono, pemberian fogging pun ditingkatkan hingga meng-cover 80 titik lokasi.

"Terutama Puskesmas Setu dan Serpong, cukup banyak penderitanya. Pemberian fogging sudah kita lakukan, 20 titik sudah di-fogging, lalu yang sedang berjalan saat ini ada di 20 titik lainnya," katanya kepada Okezone di Kantor Dinkes Tangsel, Serpong, Rabu (30/1/2019).

Ia menambahkan, secara akumulatif jumlah pasien DBD saat ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Meski begitu, Tulus meyakini kondisi perkembangbiakan nyamuk DBD dapat segera teratasi dengan program-program yang dijalankan di lapangan.

"Fogging sudah kita berikan, tapi itu tindakan terakhir. Masih ada upaya yang utama, misalnya tiap satu orang menjadi Jumantik atas rumahnya sendiri, mengecek area-area yang menjadi perkembangbiakan nyamuk DBD, dibersihkan, ditaburi bubuk Abate, itu lebih efektif. Karena di sanalah berkembangnya jentik menjadi nyamuk dewasa," tuturnya.

Ia memaparkan, sering kali masyarakat kurang memahami titik mana saja yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk DBD karena nyamuk Aedes Aegypti berbeda dengan spesies lain. Nyamuk pembawa virus dengue itu biasanya bertelur di area dalam rumah.

"Nyamuk itu biasanya bertelur di lemari es, dispenser, vas bunga, atau di talang air. Itu ada disekitar rumah kita. Tempat-tempat itu harus rutin dibersihkan. Tapi, kan tidak mungkin kita sampai cek masuk rumah warga. Oleh karena itu, penghuni rumah itu sendiri yang harus melakukan," ucapnya.

Dari data yang diperoleh hingga saat ini, sudah ada dua pasien DBD yang meninggal dunia. Kedua korban yakni seorang pasien asal Situ Gintung, Ciputat Timur dan seorang lainnya asal Pondok Ranji, Ciputat Timur. Sedangkan adanya kabar korban meninggal dari kecamatan lainnya masih belum terkonfirmasi.

"Yang pasien meninggal di RSU [Andre], setelah kami konfirmasi ternyata ada gejala gangguan pernapasan. Karena memang ada penyakit penyerta juga, sehingga ada gangguan pernapasan yang menyebabkan kematian. Walaupun dia dalam konteks terdiagnosis DBD," katanya.

Sumber : Okezone.com