Prabowo Minta BUMN Ramping, Anak dan Cucu Usaha Bakal Dikurangi

Newswire
Newswire Senin, 10 Agustus 2026 10:17 WIB
Prabowo Minta BUMN Ramping, Anak dan Cucu Usaha Bakal Dikurangi

Presiden Prabowo Subianto /ANTARA-Fathur Rochman

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran kementerian serta perusahaan pelat merah untuk segera merampingkan struktur usaha dengan memangkas anak perusahaan, cucu perusahaan, hingga berbagai lapisan organisasi di bawahnya. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat produktivitas BUMN.

Instruksi tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas yang digelar di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026) malam. Rapat dihadiri sejumlah menteri, pejabat negara, serta Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan Presiden secara khusus meminta BUMN besar seperti Pertamina dan PLN mengurangi berbagai lapisan organisasi atau layer-layer yang selama ini dinilai memperlambat proses bisnis.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya. Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga," ujar Teddy dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Keputusan Strategis Diharapkan Lebih Cepat

Menurut Teddy, penyederhanaan struktur perusahaan menjadi penting terutama ketika BUMN menghadapi situasi strategis yang membutuhkan keputusan cepat. Dengan berkurangnya rantai birokrasi dan jumlah entitas usaha di bawah perusahaan induk, koordinasi diharapkan menjadi lebih efektif.

Kebijakan ini juga sejalan dengan agenda reformasi tata kelola BUMN yang tengah didorong pemerintah untuk meningkatkan daya saing perusahaan negara di tengah tantangan ekonomi global.

Dalam rapat yang sama, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri turut melaporkan perkembangan program biodiesel 50 persen (B50) yang mulai dijalankan sejak Juli 2026.

Selain itu, Simon juga menyampaikan kesiapan infrastruktur Pertamina dalam mendukung program bioetanol yang menjadi salah satu agenda transisi energi pemerintah.

Danantara Mulai Jalankan Perampingan

Sebelumnya, Chief Executive Officer Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, telah mengungkapkan bahwa instruksi Presiden terkait pengurangan lapisan organisasi dan anak perusahaan BUMN mulai ditindaklanjuti.

Menurut Rosan, kebijakan tersebut tidak hanya berlaku bagi Pertamina dan PLN, tetapi juga akan diterapkan pada berbagai perusahaan pelat merah lainnya.

"Arahan-arahan Beliau juga untuk pengurangan layer-layer, terutama di perusahaan-perusahaan BUMN yang besar seperti Pertamina, PLN, dan yang lain-lainnya agar pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat, produktivitas juga lebih meningkat, efisiensi juga lebih terjaga," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pekan lalu.

Ia menambahkan program perampingan (streamlining) telah berjalan dan mencakup 274 perusahaan hingga akhir Juli 2026.

Sejumlah Pejabat Hadir di Hambalang

Rapat di Hambalang turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, serta Kepala Sekretariat Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.

Kehadiran sejumlah pejabat strategis tersebut menunjukkan bahwa upaya efisiensi BUMN menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat kinerja perusahaan negara dan mendukung berbagai program strategis nasional, termasuk ketahanan energi dan transformasi ekonomi.

Dengan langkah perampingan ini, pemerintah berharap BUMN dapat bergerak lebih lincah, memangkas biaya operasional yang tidak perlu, serta mempercepat eksekusi berbagai proyek strategis yang berdampak langsung terhadap masyarakat dan perekonomian nasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online