Advertisement
Tim Paslon 01 Disebut Ada Hubungan dengan Tabloid Indonesia Barokah
Ketua Bawaslu Kota Tangerang Agus Muslim memperlihatkan Tabloid Indonesia Barokah yang diamankan dari sebuah masjid di Kantor Bawaslu Kota Tangerang, Tangerang, Banten, Kamis (24/1/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Politisi dan simpatisan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga santer menyebut Tabloid Indonesia Barokah sebagai produk yang sengaja dibuat untuk mendiskreditkan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Kini, nama Irfan Wahid atau Gus Ipang Wahid, Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf, menjadi salah satu nama yang disebut-sebut terlibat oleh warganet di media sosial.
Advertisement
Salah satu penyebabnya, yaitu logo Indonesia Barokah sama dengan logo dari video kreatif yang dibuat Ipang seperti "Bohemian Parodi" yang sempat viral di media sosial. Selain itu, website indonesiabarokah.com yang telah diteliti, sebelumnya teregistrasi atas nama Ipang Wahid.
Salah satu yang mencoba mengklarifikasi hal tersebut yaitu politisi partai Gerindra Miftah N Sabri di laman Facebook-nya, Sabtu (26/1/2019).
Walaupun berasal dari kubu yang berbeda, Miftah mengaku merupakan sahabat dari Ipang Wahid dan M Dedy Vansophi, salah satu kreator video profesional untuk TKN Jokowi-Ma'ruf.
"Mas Ipang dan Dedy temanku. Dia sudah bersumpah Demi Allah bilang tidak untuk tabloid. Tapi tidak jawab tegas soal website," ujarnya menjelaskan unggahannya.
Miftah menyebut, dirinya masih optimis bahwa pembuat tabloid tersebut bukanlah Ipang ataupun Dedy.
Apalagi Ipang dan Dedy telah membalas sendiri status yang diunggah Miftah dengan bersumpah bahwa mereka tidak terlibat pembuatan tabloid tersebut.
"Ane sih percaya, ya. Sohib [sahabat] udah bersumpah Demi Allah masak tidak percaya. Tinggal tabloid ini kan yang harus kita cari siapa biangnya. Sangat mudah lah. Cetak di mana, apalagi pakai pos sampai tagihan miliar-miliaran," ungkapnya.
Kendati demikian, Miftah berharap Ipang sanggup menjelaskan secara jelas dan membuat pernyataan langsung terkait hubungan antara tabloid Indonesia Barokah dan laman website indonesiabarokah.com tersebut.
"Kalau website, mah, jejak Ipang and Romo [Dedy] terlalu tebal. Ga bisa dihapus," ujar Miftah.
"Masalahnya Ipang harus bisa membuktikan, kalau Tabloid bukan [buatan] dia. Karena logo-nya sama," tutupnya.
Di sisi lain, Ipang Wahid yang merupakan putra dari Pengasuh Ponpes Tebu Ireng KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah ini belum menjawab konfirmasi dari Bisnis.
Tetapi Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf Usman Kansong menggarisbawahi bahwa pihaknya tidak memiliki keterlibatan atas pembuatan tabloid bertajuk "Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?" tersebut.
"Tim Komunikasi Politik sama sekali tidak membuat tabloid tersebut," tegas mantan Pemimpin Redaksi Media Indonesia tersebut kepada Bisnis, Minggu (27/1/2019).
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Lebat dan Petir Mengintai Sejumlah Wilayah Hari Ini
- Bupati Tulungagung Pakai Surat Pernyataan Mundur untuk Peras Pejabat
- Daftar 10 OTT KPK 2026, Pejabat Daerah Berguguran
- Ruang Menteri Ikut Digeledah, Dody Mengaku Tak Tahu Kasusnya
- Pesawat Militer AS Lepas Landas dari Tel Aviv di Tengah Negosiasi Iran
Advertisement
Pakar UMY Soroti War Tiket Haji Berdampak ke Kelompok Rentan
Advertisement
Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
Advertisement
Berita Populer
- Harga Plastik Naik, Momentum Kurangi Kantong Sekali Pakai
- Agar Kuat Tawaf dan Sai, Calon Haji Wajib Latihan Ini
- Google Disanksi, Komdigi Beri Waktu 7 Hari Patuhi Aturan Anak
- Film Rumah Ketigaku Soroti Kerentanan Pekerja Migran
- Atalanta vs Juventus Skor 0-1, Si Nyonya Tua Naik Peringkat Keempat
- Banjir dan Pohon Tumbang Terjang Jogja Usai Hujan Lebat
- Innova Oleng Tabrak Truk di Jalan Jogja-Solo, Sopir Luka Parah
Advertisement
Advertisement







