ATSI: Penerapan MNP di Indonesia Bisa Butuh Waktu 34 Tahun
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.
Jalur kereta api terendam air dan tertutup material lumpur. (Suara.com/Adam Iyasa)
Harianjogja.com, SEMARANG--Jalur kereta api Batang Semarang terendam air antara Stasiun Batang-Ujungnegoro km 76 +1/8 dan longsor antara Stasiun Kuripan - Pelabuhan km 54 + 3/4.
Direktur Operasional PT KAI (Persero) Slamet Suseno mengatakan, genangan air bermula diketahui oleh masinis kp/2722B (semen) pada Sabtu (26/1/2019) pukul 23:42 WIB, di KM 76+1/8 petak jalan Batang-Ujungnegoro.
"Kami tempatkan petugas jaga jalan rel dan jembatan guna memantau perkembangan karena hujan semakin deras," kata Slamet, Minggu (27/1/2019).
Terpantau genangan air sedalam 50 cm di atas kop rel menggenangi petak jalan Batang-Ujungnegoro km 76+0/4 dan km 76+1/8 jalur hulu (arah Surabaya) pada pukul 00.20 dan pukul 02.28 jalur hilir ada gogosan di KM 76+2/4 (4 titik panjang ± 4 m).
Akibat hal tersebut, dinyatakan jalur kereta tidak bisa dilewati untuk operasional kereta api. Kondisi tersebut membuat beberapa perjalanan kereta api terganggu dan terjadi keterlambatan, diantaranya kereta dari arah barat (Jakarta) KA 48 Sembrani berhenti di Stasiun Batang, KA 132 (barang) berhenti di Stasiun Batang terlambat 217 menit.
KP 11844 (petikemas) berhenti di Stasiun Pekalongan keterlambatan 308 menit. KA 150 Menoreh berhenti di Stasiun Pekalongan keterlambatan 175 menit. KA 4 Argo Anggrek berhenti di Stasiun Pekalongan terlambat 186 menit, dan KA 74 Harina di Stasiun Tegal terlambat 128 menit.
Sementara kereta api dari arah timur diantaranya KA 131 (parcel) berhenti di Stasiun Kuripan terlambat 153 menit, KA 177 Kertajaya berhenti di Stasiun Weleri terlambat 151 menit. KA 171 Matarmaja berhenti di Stasiun Kalibodri terlambat 120 menit, KP 12393 (kirim rangkaian) berhenti di Stasiun Kalibodri terlambat 138 menit, dan KA 141 Majapahit berhenti di Stasiun Semarang tawang terlambat 70 menit.
"Kami menginformasikan pada penumpang kereta tersebut jika perjalanan dilanjut dengan memutar melalui Tegal, Purwokerto, Jogya, Solo, Kedungjati, Brumbung, Semarang dan sebaliknya," terangnya.
Sampai pagi tadi, ketinggian air di KM 76+2/4 mulai menyurut sampai pukul 05.00 WIB ketinggian air jalur hulu dan hilir surut menjadi 5 cm diatas kop rel. Kendati genangan air sudah surut, jalur kereta api hanya bisa dilewati satu jalur saja dengan kecepatan 5 km per jam di KM 54+400 jalur hulu, dan kecepatan 60 km per jam di KM 71 jalur hulu. Sementara di KM 76 jalur hilir masih proses perbaikan.
"KA lintas Semarang-Tegal bisa tetap beroperasi, hanya pada petak jalan antara Stasiun Ujungnegoro-Batang dan Stasiun Kuripan-Plabuhan menggunakan satu jalur saja," tukas Slamet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.
RANS Entertainment memuncaki peringkat global live streaming YouTube dengan 2,96 juta jam tonton berdasarkan data Streams Charts.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.