Warga Kelas Menengah Menyusut dan Daya Beli Kian Tertekan, Ini Penyebabnya
Sebanyak 1,2 juta warga Indonesia turun dari kelas menengah pada 2025. Simak penyebab, data terbaru, dan tanda tekanan finansial.
Ilustrasi pembunuhan/JIBI
Harianjogja.com, PROBOLINGGO--Pemerintah akan kembali meninjau ulang pemberian remisi kopada pembunuh wartawan Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, I Nyoman Susrama. Pemerintah akan mendengarkan aspirasi masyarakat.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengatakan hal itu menjawab pertanyaan wartawan di kantor DPC PDIP Kabupaten Probolinggo, di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/1/2019).
Hasto Kristiyanto yang didampingi Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, berkunjung ke Probolinggo, dalam rangkaian Safari Kebangsaan VI PDIP ke Jawa Timur, pada 25-28 Januari.
Hasto berharap, tidak ada pihak yang mengaitkan pemberian remisi itu kepada terpidana seumur hidup Susrama, sebagai mantan caleg PDIP. Menurut Hasto, PDIP sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Hukum dan HAM soal pemberian remisi, dan mendapat penjelasan bahwa pemberian remisi itu memiliki dasar hukum Keppres 174/1999 tentang Remisi.
"Tentunya, Presiden akan mendengarkan aspirasi rakyat. Tidak ada keputusan yang dibuat tanpa berdasarkan peraturan. Keputusan itu didasarkan pada Keppres tahun 1999," kata Hasto.
Karena itu, kata dia, PDIP juga akan mencermati dan mendengarkan seluruh aspirasi yang disuarakan masyarakat. Hasto juga meminta agar pemberian remisi tidak dikait-kaitkan dengan PDIP dan Susrama sebagai mantan calegnya.
"PDIP sudah mencoret Susrama dari daftar caleg dan memecatnya sebagai kader partai pada 2009," katanya. Hasto menegaskan, pembunuhan adalah tindakan kriminal yang dilakukan pribadi, tidak ada kaitannya dengan partai. "Jangan dikait-kaitkan dengan partai," katanya.
PDIP, kata dia, tidak mentolelir sedikitpun tindakan pelanggaran hukum. "Instruksi harian ketua umum selalu mengingatkan kepada seluruh kader untuk taat pada hukum," tandasnya.
Hasto menambahkan, PDIP akan menyampaikan aspirasi masyarakat itu kepada Pemerintah, karena kepemimpinan Presiden Joko Widodo selalu mendengarkan aspirasi rakyat.
Susrama adalah caleg PDIP pada pemilu legislatif 2009. Sekjen PDI Perjuangan saat itu, Pramono Anung, langsung memecat Susrama atas kejadian pembunuhan itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Sebanyak 1,2 juta warga Indonesia turun dari kelas menengah pada 2025. Simak penyebab, data terbaru, dan tanda tekanan finansial.
Pegadaian menggelar Badai Emas 2026 hingga 31 Desember dengan hadiah saldo emas 500 gram dan 150 gram untuk kategori syariah.
AiMOGA memperkenalkan Mobo, robot humanoid setinggi 0,9 meter yang mampu menjalankan 16 tugas paralel dan mendukung lebih dari 20 bahasa.
BPBD Sleman meminta warga memeriksa pohon rawan tumbang, membersihkan selokan, dan memantau prakiraan cuaca BMKG saat musim hujan.
OJK meminta BEI memperkuat pengawasan saham tidak wajar dan mempercepat penegakan hukum demi menjaga integritas serta kepercayaan investor.
Lula da Silva terpilih kembali sebagai Presiden Brasil setelah mengalahkan Flávio Bolsonaro. Simak perjalanan hidup dan karier politiknya.