BTP Ingin Bisnis Minyak, Sandiaga: Pertambangan Butuh Pengusaha Ulet dan Taat Aturan

Sandiaga Uno. - Antara/Sigid Kurniawan
25 Januari 2019 03:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Sederet rencana akan dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) selepas menghirup udara bebas dari rumah tahanan Mako Brimob, Kamis (24/1/2019). Salah satu rencananya adalah berbisnis minyak. 

Rencana itu pun mendapat perhatian dari calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno. Sandi memberikan sejumlah saran kepada mantan rivalnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 itu.

Sandiaga mengatakan, dunia usaha pertambangan memerlukan pengusaha seperti BTP yang dikenal sebagai pribadi yang ulet. Selain itu, Sandiaga juga menyebut kalau seorang pengusaha tambang harus memiliki komitmen taat dengan Pasal 33 Undang-Undang 1945.

"Ya mungkin perlu pengusaha tambang yang ulet seperti beliau [BTP] dan pengusaha tambang yang berkomitmen pada Pasal 33 UUD 1945," kata Sandiaga di Prabowo-Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Kamis (24/1/2019).

Pasal 33 UUD 1945 sendiri mengatur tentang pengertian perekonomian, pemanfaatan SDA, dan prinsip perekonomian nasional.

Contohnya adalah, Pasal 33 ayat 3 UUD 45 yang berbunyi “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

Menurut Sandiaga, seseorang pengusaha yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya alam sepatutnya patuh kepada pasal tersebut. "Tambang itu adalah salah satu jenis usaha atau segmen yang membutuhkan rasa nasionalisme tinggi," pungkasnya.

Untuk diketahui, keinginan BTP atau yang sebelumnya dipanggil Ahok ingin menjadi pengusaha tambang diungkapkan oleh Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi–Maruf Amin, Ruhut Sitompul. Hal tersebut disampaikan BTP kepada Ruhut sebelum dirinya keluar dari rutan Mako Brimob.

Mendengar ucapan BTP itu, Ruhut malah meyayangkan karena lebih ingin melihat BTP terjun ke dunia politik kembali. "Kalau saya maunya begitu [BTP kembali ke politik]. Sudahlah, Ahok [BTP] manusia enggak bisa dibendung," ujar Ruhut.

Sumber : suara.com