Advertisement
Masih Trauma Bencana, Full Day School Belum Diterapkan
Sejumlah bangunan ambruk akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018)./ANTARA FOTO - BNPB
Advertisement
Harianjogja.com, PALU—Sistem pendidikan Full Day School belum akan diterapkan di Kota Palu kendati aktivitas pendidikan sudah berangsur pulih. Peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan masih merasa trauma.
"Status penanganan bencana masih pada tahapan transisi darurat menuju pemulihan," kata Kepala Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Sulawesi Tengah Ansyar Setiadi di Palu, Senin (14/1/2019).
Advertisement
Dia menjelaskan Pemkot Palu telah mengeluarkan surat edaran agar kegiatan belajar mengajar dilakukan seperti sedia kala seperti sebelum bencana terjadi. "Aktivitas pendidikan belajar dan mengajar sudah pulih 100 persen," kata Ansyar.
Walapun demikian, lanjut dia, peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan masih ada yang melakuan aktivitas belajar mengajar di luar ruangan. Hal itu dikarenakan sarana pendidikan di sekolah telah rusak bahkan hilang akibat gempa, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah Oktober 2018 lalu sehingga menyisakan trauma.
Ansyar menjelaskan pemulihan aktivitas pendidikan dapat diukur dengan melihat dan menghitung data peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan yang telah kembali ke sekolah dan melakukan aktivitas pendidikan seperi biasa. "Masuk mulai pukul 07.15 WITA dan pulang sekira pukul 13.00 WITA," ujarnya.
Pada Senin (7/1/2018) pekan lalu, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menerima laporan bahwa sekolah terdampak bencana sebanyak 386 sekolah. Sementara ruang kelas yang rusak berat ada 677 ruang, rusak sedang 581 ruang, dan rusak ringan 971 ruang.
Kebutuhan kelas darurat sebanyak 677 kelas, di mana sudah 216 kelas darurat yang terdistribusi sehingga Pemkot Palu saat ini masih kekurangan 461 kelas darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Muncul Antraks, DPRD DIY Kebut Raperda Keamanan Pangan Hewani
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Skema Kerja Fleksibel Disiapkan Pemerintah untuk Tekan Konsumsi Energi
- Komisi A DPRD DIY Fokus Perkuat Upaya Turunkan Stunting di Yogyakarta
- Listrik Padam Total Tekanan AS ke Kuba Makin Kencang
- Pasar Ramadan Bantul Jadi Magnet Warga Saat Jelang Buka Puasa
- Serangan Iran Ganggu Pasokan Harga Minyak Melonjak Lagi
- 3 Titik Wisata di Gunungkidul Ini Diprediksi Paling Padat Saat Lebaran
- Transaksi Tetap Jalan Saat Libur Lebaran, Ini Layanan BNI di Jateng
Advertisement
Advertisement








