Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno saat deklarasi di Kertanegara, Kamis (9/8/2018) malam. /Antarafoto-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA- Calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengubah dokumen visi misi mereka. Namun, Komisi Pemilihan Umum atau KPU menolak perubahan yang diajukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tersebut.
Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengungkapkan dokumen resmi visi misi dan program kandidat yang telah diajukan terdahulu sudah dipublikasikan di website KPU.
Wahyu menuturkan sejatinya dokumen visi misi dan program paslon merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dokumen saat tahap pencalonan kandidat.
Dokumen pencalonan itu sendiri, kata Wahyu sudah diserahkan ke KPU sejak masa pendaftaran capres - cawapres pada Agustus 2018 dan KPU sudah memberi tenggat waktu bagi paslon untuk melakukan revisi dokumen baik itu visi misi maupun program kerja paslon.
"Sekarang ini sudah melampaui tahapan pencalonan maka perubahan dokumen visi misi program tidak diperbolehkan," kata Wahyu kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).
Meski begitu, Wahyu mengungkapkan jika pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo - Sandiaga ingin mengkomunikasikan gagasannya yang belum tercantum di dalam visi misi mereka itu boleh saja. Artinya, kata Wahyu, KPU hanya menolak perubahan pada dokumen resmi visi misi dan program paslon yang telah diserahkan lantaran telah melewati masa tenggat perbaikan.
"Tetapi apabila paslon akan mengkomunikasikan kepada masyarakat tentang gagasan pemikiran dan konsep yang belum tercantum dalam dokumen visi misi program yang sudah diserahkan kepada KPU itu menjadi hak paslon," pungkasnya.
Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan alasan pihaknya mengubah desain dari dokumen visi misi Prabowo - Sandiaga Uno agar sedap dipandang. Desain untuk paparan visi misi serta program aksi pun dibuat lebih sederhana agar memudahkan masyarakat untuk membacanya.
"Ada editing dalam tata bahasa supaya mudah ditangkap masyarakat. Kedua, ada tambahan-tambahan di aksi dan program supaya lebih detail supaya masyarakat bisa mendapatkan pesan yang lebih konkret. Ketiga, ya desain supaya lebih eye catching, supaya ada nilai estetikanya," kata Dahnil saat dihubungi Kamis (10/1/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.