Identitas Muslim Rashida Tlaib Ditegaskan di Kongres AS

Anggota Kongres AS Rashida Tlaib (tengah) bersama pendukungnya. - Reuters
04 Januari 2019 22:15 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Meskipun baru terpilih menjadi anggota Kongres AS dan diambil sumpahnya di Majelis Tinggi AS pada Kamis (3/1/2019), Rashida Tlaib menarik banyak perhatian di media sosial karena tampil mengenakan pakaian tradisional Palestina, thobe.

Rashida bulan lalu mengumumkan di Instagram bahwa ia akan mengenakan pakaian yang dikenal dengan nama dishdasha di Kuwait atau kandura di Uni Emirat Arab. Susan Muaddi Darraj, penulis fiksi dari Baltimore, Maryland, kemudian memperkenalkan tagar #TweetYourThobe.

Tagar itu menjadi viral di Twitter setelah beberapa gambar dan video di media sosial memperlihatkan Rashida sedang berjalan di sekitar Gedung Kongres dengan mengenakan pakaian tradisional tersebut.

Banyak perempuan membuat kejutan di Twitter dengan menyiarkan gambar diri mereka dengan memakai thobe.

Thobe yang dikenakan Rashida menampilkan ornamen, sulaman tangan yang dikenal dengan nama tatreez. Menurut The Institute for Middle East Understanding, sulaman tatreez adalah kesenian rakyat yang telah dipraktikkan turun-temurun oleh perempuan Palestina selama berabad-abad. 

Lembaga pendidikan itu menyatakan kaum ibu dan nenek dulu biasa melukiskan rancangan dengan bermacam motif dan warna yang berhubungan dengan bermacam desa dan kota kecil Palestina.

Wanita anggota Kongres AS tersebut menulis di majalah Elle bahwa ia tumbuh sambil menyaksikan ibunya dengan menggunakan tangan menyulam jenis pakaian itu.

"Sepanjang karier saya di lembaga layanan masyarakat, warga yang saya perjuangkan telah mengenal siapa saya, terutama asal-usul Palestina saya," tulis Rashida, sebagaimana dilaporkan kantor berita Anadolu, Jumat (4/1/2019) siang.

"Ini adalah apa yang saya ingin bawa ke Kongres Amerika Serikat, pertunjukan tanpa penyesalan mengenai rajutan rakyat di negeri ini," tutur Rashida.

Dia menjadi perempuan pertama Palestina yang terpilih ke Kongres AS dan bergabung dengan Ilhan Omar dari Minnesota sebagai dua perempuan muslimah pertama yang terpilih menjadi anggota Dewan Legislatif AS.

Kedua perempuan anggota Kongres tersebut diambil sumpah jabatan mereka dengan menggunakan Alquran. Rashida, 42, menggunakan mushaf pribadinya sementara Ilhan, 37, menggunakan Alquran kakeknya.

"Saat kecil, saya bertindak sebagai penerjemah kakek saya dalam pengajian kami, dan kakek saya adalah orang pertama yang menyulut rasa tertarik saya pada politik," kata Ilhan di Twitter.

"Saya berharap ia bisa berada di sini menyaksikan saat bersejarah ini. Tetapi kakek ada di sini di dalam jiwa saya sebab saya meletakkan di tangan saya Alquran miliknya untuk upacara pengambilan sumpah."

Ilhan mengenaikan hijab saat upacara pengambilan sumpah. Ini jadi pertama buat Kongres sebab mereka sebelumnya melarang setiap jenis penutup kepala.

Rashida mulanya menjelaskan bahwa ia berencana membawa mushaf Alquran yang mulanya dimiliki Thomas Jefferson, presiden ketiga AS, saat pengambilan sumpahnya untuk, Namun, kantornya mengonfirmasi kepada Kantor Berita Anadolu bahwa ia mengubah pikirannya dan memilih Alquran miliknya sendiri.

Sumber : Antara/JIBI/Bisnis Indonesia