PHK Industri Tak Hanya Dipicu Harga Gas, Ini Penjelasan Said Iqbal
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Prabowo menggelar konferensi pers di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018). /Suara.com-Yosea Arga
Harianjogja.com, JAKARTA - Dahulu mendukung Prabowo Subianto, Mantan Ketua Umum Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) La Nyalla Mahmud Mattalitti kini balik mengkritik capres nomor urut 02.
La Nyalla Mahmud Mattalitti telah mengakui keislaman calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo. Padahal, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu ia mendukung capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Bahkan, ia mengaku menyebarkan isu-isu negatif terutama soal agama dan keyakinan Jokowi.
"Dulu saya fight untuk dukung si Prabowo. Salahnya Prabowo itu saya tutupi semua. Saya tahu Prabowo. Kalau soal Islam lebih hebat Pak Jokowi," ujar La Nyalla usai bertemu Ma\'ruf Amin di kediaman Ma\'ruf Amin, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018).
La Nyalla bahkan menantang Ketua Umum Partai Gerindra itu menjadi imam salat. Ia sesumbar bahwa Prabowo tak akan berani melakukan tantangan darinya ini.
"Pak Jokowi berani mimpin salat. Pak Prabowo berani suruh mimpin salat? Enggak berani. Ayok kita uji keislamannya Pak Prabowo. Suruh Pak Prabowo baca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, baca, bacaan salat. Kita semua jadi saksi," tantang La Nyalla.
La Nyalla kini berani mengatakan bahwa Jokowi bukanlah orang yang anti terhadap Islam. Ia mendapatkan cerita dari masyarakat Boyolali, Jawa Tengah bahwa capres nomor urut 01 itu dulunya suka melaksanakan tirakat. Tak hanya itu, La Nyalla juga kini mengetahui hahwa Jokowi merupakan sosok yang menjaga ibadah puasanya.
"Sebelum saya mencari Pak Jokowi, saya datang ke tempatnya di Boyolali, saya datang ke Rawa Pening. Di situ banyak orang yang mengatakan, Pak Jokowi itu sejak muda itu sudah sering tirakat dan pak jokowi ahli puasa," papar La Nyalla.
Ketua Kadin Jawa Timur ini lantas memahami bahwa menangnya Jokowi pada Pilpres 2014 lalu karena kekuatan doa dari Jokowi dan juga para pendukungnya saat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
KCI pastikan KRL tetap beroperasi meski pasokan listrik PLN terganggu, keterlambatan hanya sekitar tiga menit.
BTS dinobatkan sebagai tamu kehormatan di La Plata Argentina jelang konser tur dunia ARIRANG Oktober 2026.
Pria di Bantul ditangkap usai mencuri HP mahasiswi dengan modus minta bantuan. Pelaku pura-pura motor mogok untuk mengelabui korban.
Pemkab Sumenep tetapkan status siaga kekeringan selama 6 bulan. Sebanyak 76 desa di 19 kecamatan berpotensi krisis air bersih.
PT KAI Daop 6 Jogja mengevakuasi seorang bayi yang ditemukan di dalam toilet KA Sancaka 84B relasi Jogja–Surabaya Gubeng pada Sabtu (4/7/2026) pagi.