Selidiki Dugaan Penggelembungan Harga di Kasus Dana Kemah, Polisi Telusuri Hotel di Jogja

Ilustrasi Korupsi
29 November 2018 21:05 WIB News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penanganan kasus dugana korupsi dana kemah pemuda hingga kini terus berlanjut.

Polisi terus menelusuri dugaan korupsi dana Apel dan Kemah Pemuda Islam Indonesia yang diduga di-markup oleh pengurus Pemuda Muhammadiyah, selaku panitia dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pemeriksaan dilakukan penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), karena saksi kebetulan berdomisili di daerah tersebut.

"Siapa yang melihat, mendengar dipanggil sebagai saksi," ungkap Argo kepada wartawan, Kamis (29/11/2019).

Sementara Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yulianto menyebutkan, saksi yang dimaksud adalah pihak Accounting Hotel Grand Tjokro. Hotel berbintang empat itu merupakan lokasi penginapan peserta Kemah Pemuda dari Pemuda Muhammadiyah.

Pemeriksaan berlangsung pada Selasa 27 Desember kemarin. Polisi menelusuri biaya sebenarnya yang harus dibayar Pemuda Muhammadiyah untuk menginap saat mengikuti kegiatan Kemah Pemuda di Candi Prambanan.

"Kemarin Acounting Hotel Grand Tjokro," kata Yulianto.

Meski begitu, Yulianto tidak mau menyebutkan tagihan yang sebenarnya dari pihak Hotel Grand Tjokro. Pasalnya, salah satu biaya di-markup itu adalah biaya penginapan alias tidak sesuai dengan laporan.

"Itu materi, saya enggak boleh kasih tahu," tegasnya.

Kemah Pemuda yang dilaksanakan di Candi Prambanan Yogyakarta itu menggunakan anggaran Kemenpora senilai Rp5 miliar yang pencairannya dibagi menjadi dua, Rp3 miliar untuk GP Anshor dan Rp2 untuk PP Pemuda Muhammadiyah.

Belakangan, laporan dari Pemuda Muhammadiyah bermasalah, diduga ada beberapa anggaran yang di-mark-up alias tidak sesuai antara dana yang diberikan dengan belanja di lapangan.

Sumber : Okezone.com