KORUPSI DANA KEMAH : Polisi Sebut yang Bermasalah Laporan Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor Aman

Ilustrasi Korupsi
26 November 2018 18:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Dugaan korupsi dana kemah pemuda Islam pada Desember 2017 di Jogja kini terus dibidik polisi.

Polisi terus mendalami kasus dugaan adanya penyelewengan dana kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam Indonesia. Di mana, kegiatan tersebut menggunakan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Kegiatan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp5 miliar yang pencairannya menggunakan dua proposal, yakni Rp4 miliar untuk GP Ansor dan Rp2 miliar untuk Pemuda Muhammadiyah.

"Kami sudah lakukan pemeriksaan GP Ansor pada 19 November kemarin, tapi untuk GP Ansor tidak ditemukan ada penyimpangan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Adapun yang bermasalah adalah laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah yang di dalamnya ditandatangani Dahnil Anzar Simanjuntak. Polisi menduga ada mark up belanja kaus, katering dan penginapan sehingga polisi terus mendalami kasus tersebut.

"Diduga ada anggaran dana sekitar Rp2 miliar yang tidak dihabiskan penuh, yang diduga kurang dari separuh, ada data fiktif dalam penggunaannya," ujarnya.

Berkaitan dengan kasus itu, Pemuda Muhammadiyah melalui Ahmad Fanani selaku ketua panitia kegiatan yang dihadiri 20.000-an peserta dan juga presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengaku telah mengembalikan uang Rp2 miliar kepada pihak Kemenpora.

Pengembalian uang dilakukan menyusul adanya tuduhan melakukan penggelapan terhadap dana kegiatan tersebut. Bahkan, membuat dirinya bersama Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menjalani pemeriksaan di kepolisian.

"Menurut kami, ini adalah harga diri, maka kami kembalikan, saya kembalikan duit, saya transfer ke Kemenpora suratnya hari ini," kata Fanani kepada wartawan, Jumat, 23 November lalu.

Sumber : Okezone.com